Gaya Hidup

Alasan Utama Ajukan Dispensasi Perkawinan di Ponorogo

Hamil Duluan, Kemudian Menikah

foto/ilustrasi

Ponorogo (beritajatim.com) – Pengadilan Agama (PA) Ponorogo mencatat, sepanjang tahun lalu ada 97 pengajuan dispensasi nikah. Pengajuan tersebut mengalami kenaikan yang cukup tinggi pada 2 bulan terakhir. Jika dirata-rata dalam sebulan ada 6 pengajuan, namun pada November dan Desember tahun lalu ada 21 dan 9 pengajuan dispensasi nikah.

Panitera Pengadilan Agama (PA) Ponorogo Ishadi mengungkapkan, meningkatnya angka pengajuan dispensasi nikah pada 2 bulan tersebut, lantaran diterapkannya UU Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang UU Perkawinan. Jika dalam peraturan dahulu batas usia nikah untuk laki-laki berumur 19 tahun dan perempuan berumur 16 tahun.

“Aturan yang baru menyebutkan jika batas usia nikah laki-laki maupun perempuan sama-sama diumur 19 tahun,” ungkap Ishadi, Jumat (24/1/2020).


Panitera Pengadilan Agama Ponorogo Ishadi. [dok/beritajatim.com]
Ishadi menyebut, pengajuan dispensasi nikah ini karena belum cukur umur salah satu pasangan atau keduanya yang ingin melangsungkan pernikahan. Terkait pernikahan dini, kata Ishadi, banyak faktor pemicunya. Kebanyak yang mengajukan dispensasi nikah ini dari wilayah desa-desa pinggiran.

Anak lulus SMP yang semestinya masih melanjutkan belajar di SMA, namun oleh orangtua dinikahkan. Namun dari sekian banyak faktor itu, perempuan hamil duluan yang menjadi alasan dalam pengajuan dispensasi nikah. “Sebanyak 95 persen, pengajuan dispensasi nikah itu disebabkan pasangan perempuan hamil duluan,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar