Gaya Hidup

Gebyar Budaya Mahasiswa Banyuwangi di Surabaya, Ini Aksinya

Banyuwangi (beritajatim.com) – Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko mengapresiasi kiprah para mahasiswa asal Banyuwangi yang getol mempromosikan budaya Banyuwangi. Seperti yang dilakukan Keluarga Pelajar Mahasiswa Banyuwangi Surabaya (KPMBS) dengan menggelar gebyar budaya Banyuwangi di UIN Sunan Ampel, Surabaya.

“Sebagai pemerintah daerah, saya turut bangga, adik-adik mahasiswa turut ngayubagyo kebudayaan daerah. Meski berada jauh di rantau, namun masih tergerak untuk mempromosikan Banyuwangi,” ungkap Yusuf saat membuka gebyar budaya di auditorium UIN Sunan Ampel, Surabaya.

Saat ini, imbuh Yusuf, kebudayaan Banyuwangi menjadi kebanggaan bagi masyarakat. Seiring pelaksanaan Banyuwangi Festival, banyak kebudayaan Blambangan yang tampil di pentas nasional dan internasional. “Baru-baru ini, kebudayaan kita diundang dan tampil di Festival Internasional Janadariyah di Saudi Arabia. Juga tampil di sejumlah negara Eropa dan Asia lainnya,” terangnya.

Dengan menghidupkan kebudayaan daerah, terang Yusuf, tidak hanya memperkuat karakter bangsa. Namun, bisa juga menjadi sarana peningkatan ekonomi kreatif. “Dengan semakin kuatnya kebudayaan, bisa menjadi pintu masuk untuk penguatan ekonomi,” paparnya.

Gebyar budaya sendiri merupakan ajang kreasi seni Banyuwangi. Seperti halnya tari gandrung, jaran goyang dan sejumlah kesenian lainnya. Selain itu, juga digelar gesah kebudayaan yang mengupas Mocoan Lontar Yusup.

Asrorul Umam, salah satu pembina KPMBS, sengaja menggelar gebyar kebudayaan untuk memperkenalkan Banyuwangi di kalangan mahasiswa. “Orang Banyuwangi yang tinggal di Surabaya kangen dengan seni budaya Banyuwangi kembali tampil di kampus-kampus. Sudah 24 tahun tak lagi diselenggarakan. Semoga acara ini bisa mengobati rasa kangen tersebut dan terlaksana secara reguler,” terangnya.

Acara yang berlangsung meriah tersebut, tak hanya dihadiri kalangan mahasiswa Surabaya. Sejumlah ikatan mahasiswa Banyuwangi dari daerah lain juga turut hadir. Seperti Malang, Yogyakarta dan Jember.

Ajang tersebut juga jadi ajang temu kangen para perantau Banyuwangi di kota pahlawan tersebut. Selain itu, sejumlah pejabat juga tampak hadir. Salah satunya anggota DPRD Jawa Timur dari Banyuwangi Hj. Ma’mulah Harun dan sejumlah pejabat lain yang berdarah Banyuwangi. [rin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar