Gaya Hidup

Fresh Koeliner, Tempat Nongkrong Kekinian Sajikan Menu Jajanan Pasar

Kediri (beritajatim.com) – Sebuah kafe di kawasan pusat kuliner Kabupaten Kediri mengusung konsep unik. Kafe ini didesain sebagai tempat nongkrong untuk generasi milenial, tetapi menyuguhkan menu tradisional jajanan pasar.

Berkonsep tempat nongkrong terbuka, kafe yang sebelumnya bernama Fresh Cho ini bermetamorfosa menjadi pusat kuliner tradisional. Namanya pun berubah menjadi Fresh Koeliner. Ya, karena menu makanan yang disajikan berasal dari jajanan pasar. Seperti misalnya, kue lumpur, tahu bakso, nasi kucing, lumpia dan masih banyak lagi ragam lainnya.

Panjang usia jajanan pasar membuat eksistensinya di kalangan anak muda memang selalu menarik untuk dikulik. Peluang ini ditangkap oleh pengelola Fresh Koeliner. “Bisnis kuliner memang tidak sederhana,” ucap Eggy Adityawan, pemilik usaha ini.

Setelah empat tahun membuka kafenya ‘Fresh Cho’ dengan konsep tempat nongkrong yang fresh dan serba kehijauan, Eggy akhirnya memutuskan untuk mempermak total tempat usahanya. Itu dilakukan setelah ia lulus sekolah bisnis kuliner di Kota Bandung.

“Empat tahun lebih kami mengelola Fresh Cho, ternyata grafiknya stagnan. Kemudian kita sekolah bisnis kuliner selama beberapa pecan di Bandung. Di sekolah itu diajarkan tentang branding, marketing, operasional, keuangan dan investor. Disana kita mencari ilmu dan beramal di Kediri,” beber pria berkacamata ini.

Akhirnya Eggy memutuskan banting stir untuk jualan kuliner. Barang dagangannya pun dari menu-menu tradisional yang biasa dijumpai di pasar tradisional. Tetapi jangan salah, karena pemilihan seluruh menu tersebut sudah melalui rangkaian riset.

“Menu yang disini sudah melalui riset. Kenapa jual jajanan pasar, karena untuk tahun depan jajanan pasar mulai melejit lagi. Jajanan pasar juga disukai oleh kaum milenial,” ucapnya.

Jajanan dengan cita rasa manis, gurih dengan bentuk dan warna beraneka macam ini memang menggugah selera dan magnet tersendiri. Seakan-akan penikmatnya dibawa bernostalgia ke zaman dahulu. Pengelola melihat akhir-akhir ini peminat kuliner tradisional terus meningkat, terlebih dari generasi milenial.

Eggy ini memang bukan orang baru di dunia usaha. Berbekal ilmu dan pengalamannya di beberapa perusahaan miliknya, serta ditunjang pendidikan khusus bisnis kuliner di bandung, Eggy mencoba menyuguhkan hal baru di tanah kelahirannya sendiri.

Menurutnya, perpaduan antara bisnis dan beramal adalah modal utama berdirinya Fresh Koeliner. Mengapa demikian, di tempat ini bukan hanya sekedar jualan makanan saja, tetapi menjadi wadah bagi pelaku UMKM kabupaten kediri untuk memasarkan produknya.

Fresh Koeliner mempersilahkan pelaku UMKM memasarkan produknya di tempat tersebut. Tetapi, pra syarat utama yang harus dipenuhi makanan tersebut wajib enak dan higienis. Tak hanya itu, Fresh Koeliner juga memfasilitasi pelatihan bagi pelaku UKM agar bisa naik kelas.

“Fokusnya lebih membantu UKM di Kabupaten Kediri, agar ke depan brand nya bisa masuk kesini, sebagai wadah saja, serta sering ada pelatihan untuk UKM agar bisa naik klas,” imbuhnya.

Eggy mengaku, ke depan, masing-masing jajanan akan dibuatkan sebuah video mulai dari proses pembuatan hingga histori jajanan tersebut, kemudian diunggah ke media social. Sehingga, pelanggan yang membeli jajanan, tidak hanya mengetahui rasanya yang enak tetapi tahu histori jajanan tersebut.

Kendati baru soft opening, tetapi kafe di Jalan Soekarno Hatta, Kabupaten Kediri ini langsung memperoleh respon positif dari berbagai kalangan. Tidak hanya dari pelanggannya, tetapi langsung dari ayahnya sendiri Ir. H. Sutrisno, mantan Bupati Kediri.

Sang ayah sangat mendukung inovasi yang dilakukan oleh putranya tersebut. Menurut Sutrisno, selain semata untuk menyalurkan hobbi, kehadiran Fresh Koeliner juga untuk melestarikan jajanan tradisional di tengah serbuan makanan modern, serta bisa bermanfaat bagi orang lain.

Kendati disajikan di sebuah kafe, tetapi pelanggan Fresh Koeliner tak perlu khawatir dengan harganya. Sebab, seluruh menu makanan tradisional tersebut sangat ramah untuk kantong, khususnya kaum milenial.

Dengan layanan internet wifi berkecepatan 50 Mbps, pelanggan masih bisa menjumpai menu jajanan pasar harga seribuan.

Namun, apabila pelanggan ingin mencoba menu makanan lainnya, juga tersedia seperti, misalnya ayam geprek, nasi goreng telur asin dan aneka minuman pelengkap. Salah satunya adalah es kopi susu nusantara yang cita rasanya sangat menggoda untuk dicoba dan menjadi minuman favorit.

Sebagaimana diketahui, sepanjang Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Airlangga Kabupaten Kediri kini memang menjadi pusat kuliner. Sepanjang jalan, mulai simpang tiga Tepus, menuju Kantor Bupati Kediri hingga Monumen Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri ini berjajar aneka makanan kuliner. Ada, Ayam Kremes Bu Lanny, KQ5, Bumbu Desa, Ayam Penyet Surabaya, Bakso Mama, Dragon 3, Soto Ayam Cemoro, Gule Kepala Ikan Mas Agus, Sop Sehat, Bebek Goreng H. Slamet, Kayu Manis, Bebek Mercon, Joglo Dau dan masih banyak lagi yang lainnya. [nng/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar