Gaya Hidup

Film “Sexy Killer” Bawa Isu Lingkungan Jelang Pilpres 2019

Surabaya (beritajatim.com) – Film dokumenter berjudul ‘Sexy Killer’ menjadi berbincangan menarik menjelang Pilpres 2019. Film ini membahas isu lingkungan dan dikaitkan dengan faktor kepentingan kedua Calon Presiden 2019.

Diunggah sejak hari Sabtu (13/4/2019), oleh akun Watchdoc Image, hingga hari ini, Senin (15/4/2019) pukul 16.00 WIB, film telah dilihat 1,5 juta views. Kasus yang diangkat dalam film ini adalah dampak PLTU pada kehidupan sosial masyarakat. Sumber daya utama PLTU adalah batu bara. Pengerukan batu bara oleh perusahan tambang yang ada di Kalimantan, Jawa dan Bali memberi dampak sosial yang genting.

Adanya aturan pertambangan yang dilanggar. Seperti pembuangan limbah, penutupan hasil tambang, dan persetujuan pengambilan alih tanah antara perusahan dan masyarakat sekitar.

Selain memberikan sudut pandang langsung dari masyarakat, film ini juga memberikan sudut pandang dari kaum elit. Gubenur Kalimatan Timur Isran Noor menanggapi kasus anak yang meninggal karena terjebak di lokasi penambangan dekat pemukiman.

“Korban jiwa itu di mana-mana terjadi. Yah namanya nasib, dia meninggalnya di kolam tambang kan,” tutur Isran dalam film itu.

Kepentingan dan sikap Jokowi – Prabowo turut ditampilkan dalam film ini. Ada cuplikan Debat Capres II, Minggu (17/2/2019), yang dimasukkan.

“Saya kira dalam hal ini kita sama. Kita sama-sama ingin memberantas pencemaran lingkungan,” kata Prabowo saat Debat Capres. Pernyataan Prabowo itu lantas diiyakan oleh Jokowi.

Adanya film dokumenter ini, masyarakat mendapatkan pandangan mengenai lingkungan sekaligus kepentingan elit di baliknya. Film ini menjadi salah satu rekomendasi yang bagus untuk swing voter yang mungkin sampai sekarang belum menentukan pilihann di Pilpres, 17 April 2019 nanti. [rma/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar