Gaya Hidup

Antisipasi Penyebaran Covid-19

Festival Mojotirto 2020 Ditunda

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari didampingi Wakil Wali Kota, Kapolresta Mojokerto, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Satpol PP dan Direktur RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Festival Mojotirto 2020, event bergengsi Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto yang rencananya digelar di sepanjang Jembatan Rejoto, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto pada tanggal 21-22 Maret 2020 mendatang ditunda.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, semua secara nasional di intruksikan oleh Presiden RI untuk mengambil langkah cepat menindaklanjuti Kepres Nomor 7 Tahun 2020. “Hari ini, Pemkot Mojokerto menggelar rapat koordinasi dengan Forpimda hingga tingkat kelurahan,” ungkapnya, Senin (16/3/2020).

Hasilnya, lanjut Ning Ita (sapaan akrab, red), Pemkot Mojokerto merumuskan Keputusan Wali Kota untuk membuat gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 dengan melibatkan semua unsur forpimda dan masyarakat. Yang terbagi dalam enam satuan tugas yang semua terlibat di dalamnya.

“Yang dalam waktu dekat ini, segera ada tindak lanjut untuk menjalankan tugas dan fungsi masing-masing dalam satuan tugas itu dalam penanganan Covid-19 di Kota Mojokerto. Dalam rangka membatasi penyebaran virus tersebut, maka seluruh kegiatan yang berhubungan dengan pengumpulan massa ditunda sampai batas waktu tertentu,” katanya.

Salah satunya event besar Pemkot Mojokerto dalam waktu dekat yakni Mojotirto Festival 2020 yang akan digelar di Jembatan Rejoto, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto pada tanggal 21 dan 22 Maret 2020 mendatang. Sementara satuan pendidikan di Kota Mojokerto melalui Surat Edaran diliburkan mulai, Senin (16/3/2020).

“Kegiatan pembelajaran dilakukan di rumah melalui sosial media jadi terpantau terus ada tugas anak-anak dari guru masing-masing dari internet. Sebelum Kepres ini turun, sejak tanggal 2 Maret 2020 kita sudah menerbitkan SE kepada seluruh lembaga, instansi dan badan usaha yang melibatkan banyak masyarakat,” ujarnya.

Pabrik, hotel dan mall, lanjut Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini diminta untuk memberikan fasilitas cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer serta memberlakukan thermal scanner untuk mendeteksi suhu tubuh. Fasilitas ini diberikan kepada pengunjung, buruh dan pegawai yang masuk area tersebut.

“Kami minta bantuan Polresta Mojokerto dan TNI untuk mengawasi secara langsung pelaksanaan SE Wali Kota tersebut. Apakah sudah dilakukan efektif di seluruh instansi atau lembaga di Kota Mojokerto. Teknis bisa dijelaskan pak Kapolresta karena keterlibatan aktif juga TNI/polri dalam enam satgas tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolresta Mojokerto, AKBP Bogiek Sugiyarto menambahkan, terkait SE Wali Kota tersebut pihaknya sudah memerintahkan semua anggota Binmas dan Babinkamtibmas untuk cek langsung. “Semua sudah ada satgasnya. Gabungan TNI/Polri, ada sekitar 50 anggota. Bisa lebih lama jika di perpanjangan lagi. Pokok e kabeh diawasi,” tambahnya.

Kapolresta menjelaskan, hingga saat ini kegiatan yang melibatkan massa banyak dalam waktu dekat di Kota Mojokerto belum ada. Hanya Festival Mojotirto 2020 saja. Gawe besar Pemkot Mojokerto untuk kedua kalinya ini, rencananya digelar jauh lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya.

Karena ada banyak pertunjukan-pertunjukan baru yang ditampilkan. Baik kolaborasi dengan masyarakat maupun dari jajaran instansi lain. Selain melarung tujuh sumber mata air dan penebaran benih ikan sebagai inti kegiatan, Festival Mojotirto 2020 akan menyuguhkan berbagai kesenian tradisional.

Seperti Tari Bedoyo Air dan Tari Medley. Tari-tarian tersebut rencananya akan dibawakan langsung oleh pelajar SD dan SMP se-Kota Mojokerto kurang lebih melibatkan 260 pelajar. Selain kesenian tradisional, rencananya ada pula atraksi dari Eksebisi Perahu dan Speed Boat di sepanjang sungai. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar