Gaya Hidup

Festival Balon di Ponorogo, Kali Ini Ada yang Berbeda

Ponorogo (beritajatim.com) – Festival balon Ponorogo digelar hari ini Rabu (12/6/2019) di lapangan Desa Nongkodono Kecamatan Kauman Ponorogo. Sedikitnya ada 54 peserta yang mengikuti festival yang sudah memasuki tahun ke-3 ini.

Guna untuk keamanan, pelaksanaannya dibatasi dengan beberapa aturan. Misalnya balon udara dibatasi terbang maksimal hanya 150 meter. Dan juga diberi tambatan tali supaya balon udara dapat dikendalikan. Selain itu penerbangannya tidak menggunakan sumbu api.

”Kami selalu mengikuti festival sejak pertama kali diadakan di Ponorogo,” kata Nurcholis, salah satu peserta festival balon Ponorogo saat ditemui beritajatim.com di lokasi, Rabu pagi.

Cholis mengungkapkan adanya festival ini bisa mengakomodir masyarakat Ponorogo dalam meneruskan tradisi turun-temurun saat lebaran menerbangkan balon udara yang aman dan tidak membahayakan. Namun dalam pelaksanaan festival kali ini, dirinya dan peserta lain mengaku tidak bisa menerbangkan balon dengan sempurna. Faktor alam, angin yang berhembus terlalu kencang menjadi penyebab utamanya.

”Tidak bisa langsung terbang, butuh berkali-kali pengasapan dan waktu yang pas untuk bisa mengudara, karena angin yang hari ini cukup kencang,” katanya.

Sementara itu Kapolres Ponorogo AKBP Radiant mengatakan seluruh aturan pelaksanaan festival ditentukan dengan aturan yang ada. Festival tersebut dimaksudkan untuk mengakomodir tradisi balon udara yang diterbangkan liar tanpa awak.

Radiant mengungkapkan hasil razia yang dilakukan petugas hingga saat ini mencapai 59 balon udara. Baik balon yang ditangkap saat hendak diterbangkan maupun balon yang jatuh. Hasil razia tersebut menurun jika dibandingkan tahun lalu yang mencapai 125 balon udara.

”Harapannya dengan adanya festival balon ini perlahan bisa berkurang penerbangan balon udara liarnya,” pungkasnya. [end/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar