Gaya Hidup

Di Tempat Ini, 500 Porsi Nasi Pecel Dihidangkan Gratis

Ponorogo (beritajatim.com) – Ratusan warga tumpah ruah di pojok perempatan Kota Lama. Tepatnya berada di depan Pasar Pon, Kelurahan Mangunsuman, Siman, Ponorogo. Tidak hanya warga dari kelurahan tersebut namun warga dari berbagai wilayah turut berdatangan. Mereka beramai-ramai menyantap makanan pecel yang dihidangkan secara gratis.

Warga yang rata-rata datang bersama keluarga tampak akrab menikmati makanan khas daerah setempat itu. Mereka duduk di atas tikar yang digelar di lokasi. Hal itu turut mengundang perhatian para pengendara yang melintas. Dan kebanyakan ikut berhenti dan membaur.

Nasi pecel merupakan makanan khas yang berbahan sayur dan sambal kacang. Warga penasaran sebab seluruh sentra nasi pecel di kelurahan tersebut didatangkan. Pun masing-masing memiliki cita rasa tersendiri. “Ini yang unik banyak sekali pedagang nasi pecel yang didatangkan,” kata Imas Nyti Ciptanti Devi, warga Magetan yang penasaran datang di lokasi, Minggu (10/2/2019).

Meski tidak beda dengan nasi pecel kebanyakan, namun tiap sentra nasi pecel dari kelurahan tersebut memiliki khas tersendiri. Nasi pecel tumpuk, misalnya. Sejatinya kuliner tersebut berupa nasi pecel yang ditumpuk dua tingkat. “Bahannya sama, hanya saja sajian yang berbeda. Ini yang gak ada di daerah lain,” katanya.

Sedikitnya 15 sentra nasi pecel dihadirkan untuk menyuguhkan menu khas masing-masing. Ada 500 porsi nasi pecel disiapkan gratis untuk warga yang datang. Rupanya itu bertepatan dengan launching kampung pecel di kelurahan setempat “Di kelurahan ini banyak pedagang nasi pecel, itu yang melatarbelakangi,” kata Lurah Mangunsuman, Siman, Suharto.

Suharto mengatakan, dengan inisiatif menjadikan kampung pecel dapat mendongkrak perekonomian warganya Para pengunjung juga dapat menikmati nasi pecel 24 jam non stop. “Jadi kalau sedang lapar pada malam hari, bisa langsung datang ke sini. Tinggal pilih,” lanjutnya.

Dia menjelaskan tiap sentra memiliki pecel khas yang disuguhkan kepada pengunjung. Mulai nasi pecel kepleh hingga yang legendaris nasi pecel tumpuk. Bahkan ada beberapa sentra yang menyuguhkan pecel esktra pedas. “Bagi yang pecinta makanan pedas, ada yang ekstra pedas juga,” ungkapnya.

Untuk mendatangkan para pengunjung, pihaknya juga bakal melakukan beberapa langkah. Mulai menyebar informasi keberadaan kampung pecel, hingga infrastuktur. Seperti memasang petunjuk arah di setiap jalan menuju sentra pecel. “Pengunjung dari luar tidak kebingungan ada petunjuk arahnya,” sambungnya.

Ke depan, di berharap, dapat menjadi jujugan pemburu kuliner. Baik dalam kota maupun dari luar daerah. Dan dapat menjadi ikon wisata kuliner daerah setempat. “Untuk anggaran ini swadaya dan murni dari usulan masyarakat. Kita tampung, ayo bersama-sama membangun,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar