Gaya Hidup

Pandangan Psikolog Mojokerto

Belum Genap 20 Tahun Disarankan Tak Nonton Film Joker

Psikolog Salis Khoiriyati. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Masyarakat sudah bisa menyaksikan pemutaran film Joker di bioskop-bioskop yang ada di daerah masing-masing. Namun, psikolog Mojokerto menyarankan agar anak yang belum berusia 20 tahun disarankan tidak menonton film yang dirilis pada Rabu (2/10/2019) itu.

Salah satu psikolog Mojokerto, Salis Khoiriyati menyarankan, agar film Joker tidak ditonton untuk generasi muda yang berusia di bawah 20 tahun. “Karena banyak sekali adegan kekerasan dalam film tersebut,” ungkapnya, Kamis (10/10/2019).

Masih kata Salis, meski masih banyak film kekerasan yang lebih parah daripada film Joker, namun yang membedakan adalah, secara tidak langsung film Joker mengajarkan kepada masyarakat bahwa dalam mencapai sesuatu, seseorang bisa menghalalkan segala cara.

“Sehingga yang menonton film tersebut harus berusia di atas 20 tahun. Karena di usia itu, mereka bisa membedakan mana yang bisa diambil sebagai pelajaran atau diambil sebagai hiburan saja. Meskipun pada dasarnya film itu hanya sekedar tontonan,” katanya.

Namun, lanjut dosen Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut KH Abdul Chalim ini, tanpa disadari, efeknya secara psikologis, orang yang menonton film tersebut bisa terpengaruh. Sehingga ini yang menjadi alasan disarankan agar tidak ditonton anak usia di bawah 20 tahun.

“Peran orang tua saat mendampingi putra-putrinya menonton film Joker saja tidak cukup, karena belum tentu orang tua bisa memahami atau memberikan penjelasan tentang cerita film itu. Apalagi masyarakat awam,” tuturnya.

Agar tidak terjadi dampak yang lainnya, Salis berharap ada koordinasi antara Komisi Penyiaran Indonesia dengan Lembaga Sensor Film. Iapun menyarankan agar pengusaha bioskop yang ada bisa menyeleksi penonton yang datang untuk menonton film tersebut.

“Kalau bisa pengusaha bioskop bisa menyeleksi pengunjung yang diperbolehkan membeli tiket film Joker berusia 20 tahun ke atas,” harapnya. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar