Gaya Hidup

Beda Kultur, Penerapan Sertifikat Perkawinan di Sumenep Perlu Sosialisasi Ekstra

Foto ilustrasi

Sumenep (beritajatim.com) – Rencana pemerintah untuk menerapkan sertifikat perkawinan bagi pasangan yang akan menikah masih menuai pro dan kontra. Di Kabupaten Sumenep, apabila wacana tersebut benar-benar akan diberlakukan, tampaknya memerlukan sosialisasi ekstra.

“Kultur Sumenep ini beda dengan daerah lain. Karena itu, kalau memang Pemerintah akan menerapkan sertifikat perkawinan bagi warga yang akan menikah, butuh sosialisasi ekstra ke masyarakat,” kata Kasubag TU Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Mukh. Anif, Kamis (05/12/2019).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhajir Effendy mengusulkan agar setiap pasangan yang akan menikah memiliki sertifikat perkawinan. Sertifikat ini bisa diperoleh apabila calon mempelai mengikuti pembekalan pra nikah yang diselenggarakan pemerintah.

Usulan itu didasarkan keinginan agar pasangan yang akan menikah punya pengetahuan tentang reproduksi hingga kondisi berbahaya bagi anak seperti ‘stunting’. Selain itu, calon pengantin juga dibekali pengetahuan tentang sosial ekonomi keluarga hingga spiritual.

“Jadi diharapkan supaya masyarakat paham bahwa tujuan perkawinan bukan sebatas menyalurkan hawa nafsu seksual, melainkan juga untuk memperoleh ketenangan,” ujar Anif.

Ia berharap agar pasangan yang akan mampu mempersiapkan diri secara mental, agar perkawinan itu tumbuh dengan baik hingga akhir hayat.

“Sertifikat perkawinan itu tujuannya untuk menekan angka perceraian, karena masyarakat paham tujuan perkawinan,” ucapnya.

Menurutnya, Pemerintah sebenarnya, sudah lama melakukan bimbingan nikah. Hanya saja, bimbingan nikah itu dilakukan bagi masyarakat yang telah menikah, bukan sebelum menikah.

“Berbeda dengan sertifikasi perkawinan. Ini bimbingannya dilakukan sebelum pasangan menikah. Nantinya bimbingan itu akan dilakukan kerja sama Kemenag dan Kementerian Kesehatan,” paparnya. [tem/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar