Gaya Hidup

Balai Bahasa Jatim Bikin Pelatihan Menulis di Ngawi

Ngawi (beritajatim.com) – Balai Bahasa Jawa Timur mengadakan kegiatan Bimtek Komunitas Baca “Pelatihan Menulis bagi Komunitas di Kabupaten Ngawi” yang dilaksanakan selama tiga hari, yaitu tanggal 12—14 Februari 2019, bertempat di Aula R.M Hj. Maimun, Ngawi.

Kepala Balai Bahasa Jawa Timur yang diwakili oleh Drs. Amir Mahmud, M.Pd dalam sambutannya mengatakan bahwa Kabupaten Ngawi itu kaya akan kekayaan bahasa dan sastra, baik sastra lisan maupun sastra tulis. Masyarakat Ngawi mempunyai penyair besar, contohnya Tjahjono Widarmanto, yang mempunyai andil yang sangat besar terhadap pertumbuhan sastra di Jawa Timur maupun tingkat nasional.

“Kami minta tolong kepada Bapak Supardi, S.H., MPd., selaku Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Ngawi, untuk memartabatkan bahasa Indonesia melalui sekolah-sekolah di Madiun dan Ngawi,” kata Amir Mahmud.

Kegiatan Bimtek Komunitas Baca “Pelatihan Menulis bagi Komunitas di Kabupaten Ngawi” ini dibuka oleh Supardi, S.H., MPd. (Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Ngawi). Kegiatan ini diarahkan pada 50 peserta dari komunitas baca yang ada di Kabupaten Ngawi. Dalam pembukaannya, Supardi mengatakan bahwa tahun ini Kabupaten Ngawi ditunjuk untuk melaksanakan Bimtek Komunitas Baca. Kami menyambut baik program Balai Bahasa Jawa Timur, karena kami juga mempunyai program gerakan literasi untuk sekolah-sekolah di Ngawi dan Madiun.

Supardi menuturkan bahwa Indonesia itu menduduki urutan ke—66 dari 70 negara. Perbandingan minat baca masyarakat Indonesia juga satu banding seribu. Jadi, hanya satu orang yang mempunyai minat baca dari seribu orang. Oleh karena itu, Pemerintah melalui Kemendikbud, membuat gerakan literasi tingkat nasional maupun sekolah. Program ini harus didukung oleh beberapa pihak. Misalnya, Jawa Timur mempunyai gerakan guru membeli buku. Program ini bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

Gerakan perpustakaan kecil di rumah juga kita bangun. Perpustakaan kecil di rumah itu diisi dengan buku-buku yang bermanfaat. Ini sebagai salah satu gerakan literasi di rumah.

Gerakan literasi di sekolah. Murid diwajibkan berkunjung ke perpustakaan, membaca 15 menit, merangkum dan menempelkannya di mading. Juga, lomba antarkelas tentang literasi, karena lomba itu seperti menanam, menanam itu harus dirawat dan dipupuk. Lomba ini akan memacu anak-anak untuk menyukai gerakan literasi,” kata Supardi. Dengan adanya program ini, Komunitas Baca yang ada di sekolah semakin bergairah.

Literasi merupakan kemampuan dalam membaca, menulis, menganalisis dan memahami suatu ide-ide. Kemampuan literasi ini biasanya diaktualisasikan dalam bentuk tulisan, video, maupun gambar. Kemampuan literasi tak lepas dari bahasa sebagai penggerak utama dalam hal literasi. Bahasa adalah alat komunikasi antara individu dengan individu lainnya. Melalui bahasa, seseorang dapat menyampaikan ide atau maksud kepada orang lain. Dengan begitu, terjalin komunikasi timbal balik yang saling dapat terpahami antar individu. Melalui bahasa orang dapat mengidentifikasi kelompok masyarakat, bahkan dapat mengenali perilaku, kepribadian masyarakat penuturnya. Oleh karena itu, masalah kebahasaan tidak terlepas dari kehidupan masyarakat penuturnya.

Oleh karena itu, masalah kemampuan literasi masyarakat perlu mendapat perhatian secara sungguh-sungguh dan berencana supaya tujuan akhir pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia. Dengan demikian, kegiatan Bimtek Komunitas Baca “Pelatihan Menulis bagi Komunitas di Kabupaten Ngawi” sangat perlu dilakukan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Balok Safarudin, M.Si. menambahkan bawah kegiatan Bimtek Komunitas Baca bertujuan meningkatkan sikap positif masyarakat terhadap bahasa Indonesia, meningkatkan mutu literasi bagi masyarakat, dan meningkatkan mutu komunitas baca. “Sasaran kegiatan ini diarahkan pada 50 peserta dari komunitas baca yang ada di Kabupaten Ngawi,” kata Balok.

Dipaparkannya, materi yang diberikan pada kegiatan Bimtek Komunitas Baca “Pelatihan Menulis bagi Komunitas di Kabupaten Ngawi”, antara lain: Peran BBJT Membina Komunitas Baca di Daerah; Kearifan Lokal sebagai Sumber Inspirasi Literasi Kesastraan; Sastra, Prosa, dan Pentigraf; Komunitas Baca dan Media Massa.

Kegiatan Bimtek Komunitas Baca “Pelatihan Menulis bagi Komunitas di Kabupaten Ngawi” akan diampu oleh 6 narasumber, yaitu Supardi, S.H., MPd. (Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Ngawi), Drs. Amir Mahmud, M.Pd (Balai Bahasa Jawa Timur), Tjahjono Widarmanto (Sastrawan dan Guru SMAN 2 Ngawi), Mashuri, M.A. (Balai Bahasa Jawa Timur), Zaki Zubaidi (Wartawan), dan Drs. Muhtarom.M.Pd. (Koordinator Pengawas Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Ngawi). [but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar