Gaya Hidup

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Wahana Jatim Park Disemprot Desinfektan

Penyemprotan desinfektan di Jatim Park.

Malang (beritajatim.com) – Langkah antisipasi penyebaran wabah virus corona Covid-19 dilakukan oleh sejumlah pihak termasuk pengelola tempat pariwisata. Salah satunya, Jawa Timur Park, di Kota Batu. Jatim Park melakukan penyemprotan desinfektan sejak Jumat (13/3/2020).

Wahana wisata yang disemprot dengan desinfektan semua yang ada di Jatim Park Grup. Mulai dari Jatim Park 1 hingga 3, Museum Angkut, hingga Batu Night Spectacular. Area-area yang disemprot mulai dari loket masuk hingga tempat-tempat yang biasa digunakan berinteraksi oleh wisatawan seperti bangku dan beberpa area permainan.

“Akan kami lakukan sampai dua pekan ke depan, ini bagian darihimbauan pemerintah. Selama ini respon pengunjung tidak ada yang terganggu, mereka justru nyaman. Karena sudah ada tindakan preventif dari pengelola,” kata Manager Marketing & Public Relations Jatim Park Group, Titik S. Ariyanto.

Penyemprotan desinfektan dilakukan sejak pukul 09.00 WIB sampai mendekati jam operasional wahana wisata pada pukul 12.00 WIB. Selain penyemprotan desinfektan Jatim Park Grup juga menyediakan termo gun untuk mengukur suhu tubuh wisatawan, kemudian membasuh tangan dengan hand sanitizer.

“Selain penyemprotan, kemudian ada suhu tubuh dan hand sanitizer. Allhamdulilah saat ini belum ada wisatawan yang melebihi suhu tubuh diatas rata-rata saat diperiksa. Kalaupun ada akan dibawa ke rumah sakit, kita sudah sediakan ambulans,” papar Titik.

Cairan desinfektan ini disemprot oleh Arima Pest Clean. Pengelola Jatim Park bekerjasama dengan Arima Pest Clean dalam penyemprotan ini. Cairan yang digunakan adalah, disinfectain chloroxylenol. Cairan ini digunakan untuk membunuh bakteri terutama virus corona.

“Untuk satu wahana kita sediakan 1,5 liter disinfectain chloroxylenol. Perbandingannya, 10 mililiter cairan dicampur 5 liter air. Daya tahannya 24 jam. Ini disterilkan setiap hari selama dua pekan dengan cairan disinfectain chloroxylenol,” tandas Junaidi.  [luc/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar