Gaya Hidup

Angkat Kejayaan Majapahit, Peragaan Busana Daur Ulang Tampilkan Kreasi Kaum Milenial Mojokerto

Peserta peragaan busana daur ulang 2019. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menggelar peragaan busana daur ulang yang menampilkan puluhan busana hasil kreasi kaum milinial. Pergelaran bertema “Kejayaan Majapahit” digelar di Alun-alun Kota Mojokerto, Kamis (21/11/2019).

Karya-karya yang ditampilkan mampu mendiskripsikan tema yang diusung, yaitu “Raja Hayam Wuruk, Ratu Tribuana Tunggal Dewi dan Mahapatih Gajah Mada”. Ada sebanyak 43 peserta mengikuti peragaan busana Daur Ulang 2019 yang memeriahkan rangkaian Mojo Spekta 2019.

Deretan gaun-gaun era Majapahit ditampilkan oleh peserta dari kategori sekolah dan umur. Sebanyak 19 peserta dari kategori sekolah dan sebanyak 24 peserta dari kategori umur. Para peserta saling adu kreasi menghasilkan sebuah karya dari bahan daur ulang.

Material daur ulang yang digunakan para peserta diantaranya, karung goni, kardus, pelepah pisang, daun jagung dan asesoris lainnya. Seperti biji-bijian dan bunga pinus. Tak jarang para peserta harus menahan panas dan berat karena mengenakan busana daur ulang tersebut.

Salah satu peserta dari SMPN 7, Nabila T Ramadhani mengatakan, busana daur ulang mengangkat tema Tribuana Tunggal Dewi. “Bahannya dari karung goni, pelepah pisang, besek bambu, kulit jagung, kardus dan daun cemara,” ungkapnya.

Masih kata siswi kelas VII ini, mahkota dibuat dari bahan pelepah pisang, gaun dari karung goni yang dikombinasikan dengan besek bambu di bagian atas. Sementara bagian bawah, ada lilitan karung goni dan di bagian belakang diberi asesoris bunga dari kulit jagung dan miniatur Candi Wringin Lawang.

“Miniatur candi dibuat dari kardus yang digunting dan disusun. Ide pembuatan busana ini dari Miss 2017 dipadukan dengan Tribuana Tunggal Dewi. Pembuatannya dua minggu, yang paling susah di lilitan dan bagian belakang. Candi nya,” katanya.

Masih kata Nabila, untuk bahan daur ulang tak ada kesulitan karena semua bahan ada di sekitar. Namun saat menggunakan busana daur ulang tersebut, ia mengaku cukup kesulitan saat belok karena ada miniatur candi di bagian belakang gaun.

Untuk kali pertama, Pemkot Mojokerto menggelar Mojo Spekta 2019. Dimulai malam final Pemilihan Gus Yuk pada, Rabu (20/11/2019) dan peragaan busana Daur Ulang di Alun-alun Kamis (21/11/2019), Festival 5000 Payah dan Dzikir Kebangsaan di Lapangan Surodinawan, Jumat (22/11/2019).

Mojo Batik Festival di Alun-alun pada Sabtu (23/11/2019), Kolosal Mojopahit Babagan I di Gelora A Yani pada, Minggu (24/11/2019), Parade 1000 meter Batik Mojokerto dari Gelora Alun-alun Yani menuju Alun-alun pada, Minggu (24/11/2019). Mojokerto Kuno Kini di Gelora A Yani digelar di Gelora A Yani mulai 27 November sampai 7 Desember 2019.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar