Gaya Hidup

Agenda Ruwat Sukerto di Pondok Tlasih 87 Mojokerto Selalu Ditunggu Masyarakat

Ruwat Sukerto di Pondok Tlasih 87 di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Foto : misti/beritajatim

Mojokerto (beritajatim.com) – Pondok Tlasih 87 di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto kembali menggelar Ruwat Sukerto, Minggu sore (15/9/2019). Ruwat yang menjadi agenda rutin tersebut ditunggu ratusan masyarakat baik dari dalam maupun luar Mojokerto.

Sebelum acara tersebut dimulai, pemangku adat memberikan pitutur luhur kepada para peserta Ruwat Sukerto. Kemudian, dilakukan proses Undu-undu Petirtaan. Yaitu, mengambil air dari sumber mata air yang ada di Kecamatan Puri. Air tersebut digunakan untuk ruwatan.

Tokoh adat setempat memimpin proses ruwatan mulai dari penyiraman air dari tujuh sumber petirtaan yang sudah dicampur dengan kembang setaman dan dicampur minyak serta doa. Air tersebut disiramkan ke kepala dan kaki peserta ruwat dengan diiringi doa-doa.

Usai disiram dengan air dari tujuh sumber petirtaan dan kembang setaman sebanyak tiga gayung, rambut para peserta dipotong sebagai simbol membuang sial. Kemudian tangan para peserta diberi tali dan diikatkan sebagai simbol memperkuat tekad untuk meraih keinginan.

Tak hanya air digunakan untuk menyiram tubuh para peserta ruwat, namun para peserta ruwat juga membawa botol mineral air besar untuk menampung air Ruwat Sukerta. Air tersebut dibawa pulang dengan harapan bisa dikonsumsi di rumah.

Salah satu panitia, Muhammad Nurul Yahdi mengatakan, ruwat digelar di Pondok Tlasih 87 pertama kali pada¬† 2001. “Kalau tahun lalu, jumlah peserta Ruwatan Sukerta ada 200 -an. Baik dari Mojokerto, maupun luar Mojokerto,” ungkapnya, Senin (16/9/2019).

Salah satu peserta Ruwat Sukerta asal Malang, Priyadi (54) mengaku, sengaja datang ke Pondok Tlasih 87 untuk mengikuti Ruwat Sukerto. “Saya datang kesini membawa keluarga dan saudara saya sebanyak 11 orang. Saya kesini, selain uri-uri budaya, juga berharap agar keinginan saya bisa tercapai,” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan, Akbar (14) siswa SMPN 42 Surabaya, mengaku, baru pertama kali mengikuti Ruwat Sukerta. “Saya datang sama orang tua, air dari Ruwat Sukerta rasanya sejuk sekali. Dengan ruwat ini, saya berharap bisa masuk SMAN dengan nilai memuaskan,” pungkasnya. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar