Gaya Hidup

Launching Kampung Kuliner

Ada Sate Sepanjang 3 Meter dan Gunungan 2.500 Lontong di Ponorogo

Ponorogo (beritajatim.com) – Ponorogo terkenal dengan kesenian reyognya yang sudah mendunia. Namun belum banyak yang tahu jika daerah yang berada di paling barat provinsi Jawa Timur itu juga memiliki potensi kuliner yang luarbiasa. Salah satunya adalah sate ayam Setono. Kuliner yang sudah ada sejak 1878 itu tetap eksis meski aneka macam makanan cepat saji dari luar negeri membanjiri.

Sebagai sejarah panjang tentang kearifan kuliner yang telah turun temurun ini, paguyuban sate setono Ponorogo bekerjasama dengab Prodi Ilmu Komunikasi Unmuh Ponorogo melaunching kampung wisata kuliner sate ayam Setono.

Pantauan beeitajatim.com, guna menandai launching kampung kuliner ini, dibuka puluhan stand yang menyajikan 2000 porsi sate ayam Setono gratis. Selain itu juga rekor pembuatan sate sepanjang 3 meter dan lebar 35 centimeter. Selain itu juga ada gunungan raksasa yang terbuat dari 2500 lontong.

“Kami sudah generasi ketiga dalam meneruskan dan menjaga budaya kuliner sate ayam Setono ini,” ketua paguyuban sate ayam Setono Samsul Hidayat di sela-selau launching, Minggu (14/7/2019).

Dibukanya kampung wisata kuliner sate ayam Setono, kata Samsul, untuk meneguhkan bahwa kuliner yang berbahan dasar daging ayam ini juga menjadi ikon di Ponorogo seperti halnya kesenian reyog. Di kalangan anggota paguyuban, kata Samsul, ada motto ojo ngaku dolan neng Ponorogo, nek urung mangan sate ayam Setono (Jangan mengaku sudah ke Ponorogo, kalau belum makan sate ayam Setono). “Jadi kedepan nantinya orang tahu kalau Ponorogo ya kesenian reyog dan sate ayam Setono,” katanya.

Samsul menceritakan, paguyubannya ini beranggotakan 50 pedagang sate ayam setono. Selain di lingkungan kelurahan Setono, mereka berjualan secara menyebar di seluruh wilayah Ponorogo. Bahkan ada yang sudah berjualan di Madiun dan Pacitan.

Samsul menyebut, kampung sate ayam Setono berdekatan dengan komplek makam Batara Katong. Dia berhara kedepan ada perhatian dari Pemkab Ponorogo untuk mengintegrasikan antara wisata religius makam Batara Katong dengan wisata kuliner sate ayam Setono.

“Jadi wisatawan yang akan datang ke makam Batara Katong bisa diarahkan melewati lingkungan sate ayam Setono,” harapnya.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni yang jaga hadir dalam launching kampung kuliner memberikan apresiasi khusus. Dia juga takjub dengan rekor pembuatan sate sepanjang 3 meter dan lebar 35 sentimeter. Serta gunungan raksasa dari 2500 lontong. “Acara ini juga meneguhkan dan juga mendorong program tahun wisata 2019 di Ponorogo,” katanya.

Dengan adanya kampung kuliner ini, Ipong akan meminta berbagai pihak yang terkait untuk meningkatkan aspek-aspek promosi, menejemen serta juga dalam kemasannya. Supaya sate ayam Setono ini juga bisa menjadi sumber kunjungam wisata.

Karena sate ayam Setono, kata Ipong, mempunyai ciri khas yakni sambalnya lebih pedas. Sementara sate lain sambalnya cenderung manis. “Jadi ini bagus sekali untuk meningkatkan destinasi wisata di Ponorogo,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar