Gaya Hidup

Kuliner Ekstrem Enthung Jati, Harga Ratusan Ribu Perkilogram

\\r\\n

Bojonegoro (beritajatim.com) – Kepompong, atau dalam bahasa jawanya enthung menjadi kuliner musiman yang banyak di buru. Enthung khusus dari daun pohon jati itu kini mulai musimnya. Bahkan, harga perkilogramnya mencapai ratusan ribu.

\\r\\n

\\r\\n

Sejumlah warga yang berada di sekitar kawasan hutan banyak yang memanfaatkan untuk mencari enthung setiap hari. Mereka menyibak daun kering yang jatuh ke tanah. Tempat dimana ulat jati bermetamorfosis menjadi kepompong. Kepompong itulah kemudian yang diburu.

\\r\\n

\\r\\n

Ulat daun jati itu pada awal musim penghujan banyak yang bermetamorfosis menjadi kepompong. Hasil buruan tersebut kemudian dijual untuk dimasak. Enthung Jati itu banyak dimasak dengan cara di tumis, sayur, digorek maupun oseng-oseng. 

\\r\\n

\\r\\n

\\\”Sudah mulai seminggu terakhir ini mulai banyak muncul enthung jati,\\\” ujar Warga Desa/Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Tutik, Rabu (12/12/2018). 

\\r\\n

\\r\\n

Menurut Tutik, enthung hasil buruanya itu biasanya dijual perkilogram dengan harga Rp100 ribu, bahkan ada yang menjual lebih mahal. Mahalnya makanan ekstrem itu karena adanya tidak setiap hari. Hanya pada musim tertentu. Kandungan protein dalam kepompong ini juga dipercaya sangat tinggi.

\\r\\n

\\r\\n

Juharni, salah seorang penikmat makanan enthung mengaku, rasanya pada gigitan pertama dari enthung ini kenyal. Isi kepompong meletus di dalam mulut. Saat dimasak dengan cara di goreng hingga garing, ada paduan renyah dari kulit kepompong itu. \\\”Rasanya gurih, hampir mirip dengan jamur,\\\” ujarnya. [lus/kun]

\\r\\n

Apa Reaksi Anda?

Komentar