Gaya Hidup

Inilah Profil Komunitas ILS yang Keren Itu

Sidoarjo (beritajatim.com) – Nama komunitas fesbuker Info Lantas Sidoarjo (ILS) di dunia maya, hampir sudah banyak yang mengenalinya. Info yang dibagikan (share) oleh sebanyak 355 ribu anggota lebih itu hampir setiap dapat kunjungan dan terus banyak anggota baru yang masuk untuk minta dikonfirmasi bagian admin maupun moderator.

Info segala bentuk, terutama soal lalulintas, bencana, kriminalitas, kehilangan dan penemuan barang, selalu banyak mengundang komentar, tanggapan dan lain sebagainya dari para fesbuker.

Info yang diunggah oleh anggota ILS dalam setiap detik dan menit, di laman Facebook ILS selalu ada dan update. Info datang dari berbagai tempat atau masing-masing anggota yang tergabung dalam kordinator kecamatan (korcam) selalu muncul. Mulai info penting dan juga canda tawa persahabatan.

Jumlah korcam ILS yang terdata di pengurus ILS Pusat, sudah ada sebanyak 18 korcam atau setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Sidoarjo. \”Korcam ILS di 18 kecamatan hampir semuanya sudah berdiri atau terbentuk,\” kata pendiri ILS Efendi.

Efendi menjelaskan, ILS berdiri pada 14 September 2015. Page ILS dibuat oleh dirinya sendiri. Page tersebut kemudian diberikan kepada Ketua ILS saat ini, H. M Sofyan Ali, untuk dikelola.

Setelah dua tahun, ILS menjelma menjadi page FB ternama di Kota Delta. Bahkan, ILS saat ini sedang dalam proses berbadan hukum agar menjadi lebih profesional.

\”Anggota kami mulai dari anak sekolah, PNS, pekerja swasta, dan instansi apapun. Selama peduli dengan Sidoarjo, kami terbuka bagi siapapun,\” terang Efendi.

Ketua ILS H. M Shofyan Ali menandaskan semua informasi, kecelakaan, bencana, orang hilang, surat kendaraan hilang dan lainnya, yang didapat ratusan anggota aktif ILS maupun netizen lainnya di Sidoarjo diposting di halaman ILS.

\”Kami mirip seperti wartawan, polisi, dan juga Basarnas. Ada peristiwa, kami laporkan di page FB, selama info tersebut benar alias bukan hoax. Kami juga menfilter informasi jangan sampai kecolongan soal informasi hoax, SARA, pornografi dan perkara jelek lainnya muncul di FB ILS,\” tuturnya.

Shofyan juga bersyukur sepak terjang ILS dalam memberikan informasi diakui pihak Polresta Sidoarjo. Bahkan, ILS kini menjadi mitra Polresta. Yang terbaru, ILS mendapat sosialisasi keselamatan berkendara. ILS diberikan pemahaman soal program Polresta Sidoarjodalam Delta Sidoarjo Siapa Siaga (D-3S).

\”Dari sosialisasi itu, kami mendapatkan banyak ilmu soal berkendara atau berlalulintas. Soal menjadi pelopor keselamatan diri sendiri dan lain sebagainya,\” puji Shofyan.

ILS, sambung dia, juga didapuk menjadi netizen antihoax yang deklarasinya dihadiri langsung Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Machfud Arifin, S.H.
di Hotel Wyndham Surabaya.

\”Walau mitra polisi dan kenal banyak polisi, kami tetap ditilang kalau melanggar lalu lintas. Kami ingin berikan pembelajaran ke anggota dan masyarakat luas untuk mentaati aturan lalu lintas,\” tuturnya.

Dalam kesempatan cangkruk bareng Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji dengan perwakilan Korcam ILS se-Sidoarjo di RM Handajani Sidoarjo, Kombes Pol Himawan Bayu Aji juga mengajak ILS untuk selalu bisa menjadi pelopor sebagai warganet yang selalu menginformasikan hal yang bermanfaat dan tidak merugikan orang lain.

\”Kita ajak komunitas fesbuker Sidoarjo menjadi pelaku sosmed yang baik, santun, memberikan manfaat dan hal baik lain kepada masyarakat secara luas,\” himbau Himawan di sela-sela pertemuan.

Mantan Kapolres Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah itu juga mengajak ILS dalam memerangi berita hoax. Polsek seluruh Sidoarjo juga diharapkan selalu menjalin komunikasi dengan masing-masing Korcam ILS. Baik itu soal kondisi kemacetan maupun kelancaran lalulintas dan lainnya. \”Bantuan masyarakat dalam soal Kamtibmas dan lainnya juga dibutuhkan,\” imbuh Himawan.

Terpisah, kepada beritajatim.com, Wakil Ketua ILS Evi Puspasari mengaku mendapatkan kepuasan batin tak terhingga ketika bisa membantu masyarakat yang kesulitan. Ibu tiga anak ini membeberkan pernah dimintai tolong RSUD Sidoarjo untuk mencari identitas mister X yang meninggal karena sakit AIDS. Setelah ditelusuri, ternyata diketahui pasien tersebut bernama VS asal Medan.

\”Kami telusuri sampai ketemu keluarganya. Namun pihak keluarga enggan menerima jenazahnya jadi kami yang mengurus hingga kami makamkan. Ini peristiwa yang tak dapat saya lupakan,\” ujar Evi yang memiliki nama Amelia di akun FB pribadinya.

Evi juga bangga misi sosial yang dicontohkan oleh pengurus pusat, ditiru oleh semua Korcam ILS di semua kecamatan. Seperti menolong keluarga tidak mampu dalam penanganan anaknya yang sedang sakit. ILS melalui korcam yang ada dan berkordinasi dengan pengurus pusat, lansung action atau gerak dalam donasi untuk internal anggota ILS dari semua korcam dikumpulkan.

Untuk donasi dari luar untuk membantu warga yang membutuhkan, biasanya digalang dengan kegiatan keagamaan. Seperti khataman Alquran dan pengajian umum yang bekerjasama dengan warga setempat.

Hal itu pernah ILS lakukan di Taman, Sukodono, Porong dan tempat lainnya. Dan syukur acara yang digelar oleh ILS dalam penggalangan dn untuk tujuan sosial atau membantu orang yang butuh perhatian, mendapatkan respon baik sari masyarakat. \”Kami ingin ILS terus peduli dalam segala bentuk. Semua kegiatan yang kami lakukan untuk untuk dipamerkan namun tulus untuk membantu masyarakat,\” imbuh Evi.

Budi Setiawan (24) pengurus ILS dari Korcam Wonoayu menambahkan dari sekedar komunitas berbagi informasi, mengakui ILS mulai mengarah menjadi komunitas sosial dan kemanusiaan. Jika terjadi bencana atau ada warga kesulitan, anggota ILS langsung membantu. \”Ini semua demi rasa kemanusiaan. Terutama untuk kemajuan Sidoarjo,\” katanya.

Aris Bachtiar pengurus ILS Korcam Waru mengakui senang bergabung pada komunitas ini. Dirinya terpanggil ingin ikut gabung di ILS karena salut dengan kegiatan yang dilakukan dalam memberikan informasi lalulintas, membantu instansi dalam memperbaiki jalan rusak.

Dia merasa kagum melihat ada anak-anak muda yang tergabung dalam ILS melakukan penyepetan jalan rusak sebagai tanda atau memberikan sinyal kepada pengguna jalan untuk hati-hati pada titik tersebut. \”Kalau dipikir ya benar. Jangan sampai kerusakan jalan itu menimbulkan korban. Makanya diberi tanda. Dari kenyataan yang saya lihat itu, saya ikut dan bergabung aktif dengan ILS,\” tukasnya menceritakan.

Sekarang ini, masih kata Aris, setelah diminta oleh ILS Pusat menjadi pengurus Korcam Waru, kegiatan positif terus dilakukan bersama pengurus dan anggotanya. Mulai kegiatan menyepet jalan rusak agar tidak menimbulkan korban pengendara juga agar segera ada perbaikandari instansi terkait.

\”Jika memang belum adanya tahun anggaran perbaikan jalan, jalan rusak yang kami jumpahi, kadang kita perbaiki dengan material yang mendukung untuk perbaikan sementara agar tidak sampai mendatangkan korban. Selanjutnya menjadi kewajiban atau diperbaiki oleh instansi yang ada di Pemkab Sidoarjo,\” jelasnya.

Pengakuan mengejutkan soal kagum dan gembira bergabung dengan ILS, juga terlontar dari Renny Ustriana Lutfi, pengurus ILS dari Korcam Sedati. Dia mengaku dulunya tak mampu melihat kondisi korban kecelakaan. Apalagi jika korban tersebut dalam keadaan yang sangat parah.

Kata Renny, jangankan melihat mayat korban kecelakaan, melihat darah saja ia lansung kepalanya terasa \’nggeliyeng\’ atau pusing. Namun, sejak bergabung ILS, wanita berparas cantik dan supel itu mengaku menjadi terbiasa melihat jenazah korban kecelakaan dalam kondisi apapun. \”Tadinya ngeri lihat mayat. Tapi tetap harus ditatap. Dan syukur sekarang sudah tidak gampang pusing,\” katanya.

Dirinya harus kuat melihat itu karena tujuan untuk memastikan. Bilamana itu diperlukan untuk informasi kepada keluarga korban, mengamati ciri-ciri korban jkka identitas belum diketahui maupun lainnya. \”Sekarang kondisi apapun, saya sudah kuat,\” imbuh Kaum Hawa yang memiliki nama akun FB Kitty Aurorra itu. [isa/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar