Gaya Hidup

Dian Sastro Kombain Perhiasan Dengan Miss Mondial Untuk Kepedulian Sosial

Surabaya (beritajatim.com) – Kecintaan Dian Sastro pada perhiasan sejak dulu memang menjadi daya tarik tersendiri untuk diulas. Terutama kecintaanya pada berlian yang bisa dikenakan sehari-hari.

Maka tak heran jika karena sebuah perhiasan, pemain Pasir Berbisik ini didaulat sebagai brand amassador toko perhiasan kenamaan Miss Mondial. Bahkan, ada beberapa perhiasan milik Miss Mondial kombain dengan desain Dian Sastrowardoyo.

Ferdi Felano, General Manager Miss Mondial, mengatakan kecintaan Dian dengan perhiasan, khususnya berlian, yang membuatnya memilih Dian sebagai brand ambassador. Selain itu kepeduliannya di bidang lingkungan, pemberdayaan perempuan, hingga pendidikan.

\”Dian ini pintar, jauh dari pemberitaan negatif, banyak prestasi film. Secara historis dia juga seorang pecinta berlian, perhiasan. Makanya dia secara dasar sudah mengenal desain dan kualitas suatu perhiasan. Serta yang paling penting, dia punya jiwa sosial tinggi,\” tuturnya dalam acara pengenalan Dian sebagai Brand Ambassador Miss Mondial Jeweler di Ciputra World Mall Surabaya, Jumat (30/11/2018).

Dari kolaborasi tersebut, hadirlah empat koleksi bernama \’Sahabat Dian\’, yakni Tournesol, Drops of the Sun, Solace, dan Jardin Carre. Dengan bandrol  mulai Rp 9 juta hingga Rp 50 juta, masing-masing terdiri dari kalung, cincin dan anting-anting yang bergaya klasik namun tetap sederhana.

\”Kami ingin melakukan kolaborasi yang ada impact sosialnya. Perhiasan ini kan benda mewah, pelanggan diajak konsumsi, tapi tetap sambil beramal, jadi dapat value yang tinggi. Kalau ini bisa dicontoh brand perhiasan lain, saya akan terharu sekali,\” ujarnya.

Dian mengaku berharap banyak pada proyek \’Sahabat Dian\’ ini, utamanya bagi yayasan yang sedang ia jalankan. Yayasan Dian Sastrowardoyo telah berjalan selama tiga tahun, dan pada tiap tahun ada enam sampai tujuh orang yang diangkat sebagai penerima beasiswa.

Penerima beasiswa ini merupakan orang-orang tidak mampu yang ingin melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi, sehingga yayasan Dian membiayai seluruh dana kuliahnya. \”Akhirnya ada juga yang orang tuanya itu biaya hidupnya kami yang menanggung. Nah jujur saya cukup kewalahan dengan pengeluaran sebesar itu, apalagi yayasan saya belum cukup besar. Jadi saya sangat berharap hasil penjualan \’Sahabat Dian\’ ini bisa membantu kebutuhan mereka,\” ungkapnya.

Dian dan Ferdi belum bisa memastikan berapa persen yang akan disumbangkan ke yayasan, karena mereka harus mengakumulasi penjualan selama setahun terlebih dahulu, agar jumlah yang didapat signifikan.

\”Kami berharap selama setahun ini penjualan efektif, banyak yang membeli dan customer juga terpanggil membantu program kami. Kalau pilot project ini sukses, tidak menutup kemungkinan tahun depan bisa lanjut lagi, dan membantu lebih banyak. Apalagi program saya tidak hanya beasiswa, tapi ada juga Waterhouse Project, itu lebih riil lagi. Kalau kita bisa bahu-membahu kan efektif,\” tandasnya.[way/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar