Jum'at, 14 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Tak Ada Sanksi, Satu Desa di Sumenep Enggan Salurkan Rastra

Rabu, 14 Nopember 2018 23:51:18 WIB
Reporter : Temmy P.
Tak Ada Sanksi, Satu Desa di Sumenep Enggan Salurkan Rastra

Sumenep (beritajatim.com) - Hingga November 2018, ada satu desa di Sumenep yang sama sekali belum menyalurkan bantuan sosial berupa Beras Untuk Rakyat Sejahtera (Rastra).

"Satu desa yang belum menyalurkan rastra sama sekali yakni Desa Tenonan, Kecamatan Manding. Desa ini belum merealisasikan rastra sejak Januari - November," kata Kasubag Sarana Ekonomi, Bagian Perekonomian Setkab Sumenep, Moh. Ardjuhadi, Rabu (14/11/2018).

Ia menduga, 'membandelnya' desa itu hingga tidak menyalurkan rastra selama 11 bulan, disebabkan tidak ada aturan yang menyebutkan sanksi bagi yang tidak menyalurkan rastra.

"Karena sampai saat ini belum ada aturan yang mengatur adanya sanksi terhadap desa yang tidak merealisasikan Bansos Rastra," terangnya.

Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berhak mendapatkan rastra di Desa Tenonan pada 2018 sebanyak 367 KK. Setiap KPM mendapatkan jatah 10 kg. Dengan demikian, jatah rastra untuk Desa Tenonan setiap bulannya sebanyak 3.670 kg.

"Rastra ini sudah jelas-jelas gratis. Bahkan untuk pendistribusian dari balai desa ke rumah KPM atau ke dusun-dusun, biaya transportasi sudah ditanggung pemerintan daerah," terang Hadi.

Ia menambahkan, untuk kecamatan-kecamatan lain termasuk di kepulauan, sebagian besar sudah menyalurkan rastra. "Hanya Desa Tenonan ini yang masih belum merealisasikan sama sekali," ucapnya.

Berdasarkan data di Bagian Perekonomian Pemkab Sumenep, jatah rastra 2018 untuk Kabupaten Sumenep selama 10 bulan (Januari-Oktober) sebanyak 12.801.600 kg. [tem/suf]

Tag : rastra

Komentar

?>