Senin, 19 Nopember 2018

Industri Fintech Lebih Disukai Masyarakat

Jum'at, 09 Nopember 2018 20:24:15 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Industri Fintech Lebih Disukai Masyarakat

Jember (beritajatim.com) - Anggota Komisi XI DPR RI Muhamad Nur Purnamasidi mengatakan, tujuan awal teknologi finansial (financial technology atau fintech) adalah mempermudah usaha mikro kecil menengah (UMKM) mengakses permodalan. Selama ini UMKM kesulitan mengakses permodalan dari perbankan konvensional karena banyaknya persyaratan yang harus dipenuhi.

"Kami mendorong Otoritas Jasa Keuangan agar mengawasi bisnis baru melalui fintech (permodalan) yang arahnya bisa diakses UMKM  Saat ini industri fintech lebih banyak disukai masyarakat," kata Purnamasidi, di sela-sela acara seminar nasional tentang platform OJK dalam pemberdayaan UKM di Indonesia di era industri 4.0, yang digelar Ikatan Keluarga Alumni PMII dan OJK, di Hotel Panorama, Jumat (9/11/2018) sore.

Purnamasidi melihat ada banyak hal yang harus dicermati oleh OJK. "Standarisasi bunga misalnya, masih lebih tinggi dibandingkan yang diperlakukan di perbankan konvensional. Tapi itu diminati karena aksesnya mudah dan lebih cepat daripada perbankan," katanya.

Standarisasi bunga permodalan dalam bisnis fintech harus dilakukan agar tak merugikan UMKM ke depan. "UMKM kita harus berdaya saing. Ini berarti tingkat bunga yang dikenakan harus lebih murah. Kalau tingkat bunga tidak dicermati OJK dan seenaknya menentukan nilai suku bunga, 5-10 tahun lagi UMKM kita tentu tidak punya daya saing. Bisa jadi nanti malah pemainnya lebih banyak pemain luar, tapi jualannya di dalam negeri," kata Purnamasidi.

Purnamasidi mengatakan, sebagian modal pelaku fintech berasal dari luar negeri. "Rata-rata dari China," katanya.

Parlemen sudah sepakat dengan OJK agar fintech diatur sedemikian rupa. Tujuannya agar kemudahan akses permodalan fintech tak berdampak pada penurunan daya saing UMKM, karena bunganya tak melebihi standar yang ditetapkan perbankan konvensional. [wir/but]

Tag : bisnis

Komentar

?>