Kamis, 15 Nopember 2018

Fasilitas Biomassa Multi Bintang Pertama Berdampak Langsung ke Masyarakat

Kamis, 08 Nopember 2018 18:11:17 WIB
Reporter : Misti P.
Fasilitas Biomassa Multi Bintang Pertama Berdampak Langsung ke Masyarakat

Mojokerto (beritajatim.com) - Ada dua dampak yang akan dihasilkan oleh proyek fasilitas biomassa PT Multi Bintang Indonesia Indonesia Tbk. Yakni melahirkan energi baru terbarukan (EBT) yang berdampak pada pengurangan emisi karbon dioksida (CO2) dari operasional Brewery di Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo dan nilai ekonomi kepada masyarakat.

President Commissioner PT Multi Bintang Indonesia Tbk, Cosmas Batubara mengatakan, proyek ini mempunyai dua dampak. "Satu, dia melahirkan energi yang diperbarui sehingga berdampak pengurangan CO2 serta berdampak nilai ekonomi. Bahan yang dipakai dari masyarakat," ungkapnya usai meresmikan fasilitas biomassa pertama di Industri Consumer Goods, Kamis (8/12/2018).

Masih kata mantan Menteri Negara Perumahan Rakyat ini, sehingga masyarakat terlibat langsung menyuplai dan terlibat menggunakan debu yang diproses dan akan digunakan sebagai pupuk organik. Karena, tegas Cosmas, di Indonesia saat ini sedang berlomba menghasilkan sayuran organik sehingga menjadi rebutan. Hasil lipat gandakan dari kegiatan ini langsung terlihat di masyarakat.

"Bintang juga tetap konsisten, air panas tetap diproses di dalam sehingga tidak dilepas langsung ke kali karena ini standar kita. Harus selalu memperhatikan, hal penting yang tidak bisa diabaikan. Pabrik yang mengarah ke industri hijau sehingga hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan hidup menjadi hal yang sangat penting," jelasnya.

"Hasilnya menghasilkan uap dijual ke Bintang dan investasi dia (Tasma Bio Energy, red) akan dikembalikan berupa produk yang dihasilkan oleh proses ini. Tanah kami, mereka bangun, dioperasikan dan dijual ke kita dengan jarak 15 tahun. Setelah 15 tahun akan dilakukan perpanjangan karena proyek ini saling menguntungkan. PT Multi Bintang Indonesia Tbk terbuka di new teknologi berjalan secara usaha ke usaha," tuturnya.

Cosmas menambahkan, fasilitas biomassa ini akan menghasilkan EBT yang menggantikan penggunaan bahan bakar gas alam. Dengan beralih ke EBT makan emosi CO2 dari pabrik PT Multi Bintang Indonesia Tbk di Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto berkurang hingga 99 persen atau setara dengan 5 ribu ton CO2.

"Kami bekerja sama dengan PT Tasmania Bio Energy yang merupakan perusahaan penyedia biomassa. EBT ini berasal dari hasil pembakaran 80 persen limbah industri pertanian (limbah sekam padi) dan juga 20 persen limbah industri pengolahan kayu (limbah cacahan kayu). Ini sejalan dengan amanat UU Perindustrian No 3 Tahun 2014 mengenai transformasi menyeluruh industri nasional menjadi industri hijau," tegasnya.

Menurutnya, fasilitas biomassa tersebut merupakan tanggungjawab PT Multi Bintang Indonesia Tbk terhadap lingkungan dan sosial. Pihaknya menargetkan tahun 2020 bisa mencapai zero emission waste di semua mata rantai produksi dan operasional PT Multi Bintang Indonesia Tbk.

Sementara itu, Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi mengatakan, jika proyek tersebut secara Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) sudah jelas. "Sementara kebutuhan 30 ton per hari sekam, petani jelas mampu karena potensi penghasil sekam terbaik kita ada. Di Pacet, Trawas dan Mojoanyar," tegasnya.[tin/kun]

Tag : biomassa

Komentar

?>