Rabu, 21 Nopember 2018

Dinilai Potensial, Bank Muamalat Ekspansi ke Sumenep

Kamis, 08 Nopember 2018 10:48:12 WIB
Reporter : Temmy P.
Dinilai Potensial, Bank Muamalat Ekspansi ke Sumenep

Sumenep (beritajatim.com) - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, melebarkan sayap bisnisnya ke Pulau Madura, dengan membuka Kantor Cabang Pembantu (KCP). Bank murni syariah ini memilih Kabupaten Sumenep sebagai KCP yang pertama dibuka di Pulau Madura.

"Kami memilih hadir di Sumenep, melihat pesatnya perkembangan perekonomian disini. Sumenep juga menyimpan potensi bisnis perbankan syariah yang cukup besar," kata Direktur Retail Bank Muamalat, Purnomo B. Soetadi, saat peresmian pembukaan kantor cabang pembantu Bank Muamalat di Sumenep, Kamis (08/11/2018).

Kantor cabang baru di Sumenep ini merupakan relokasi dari KCP di kawasan Mulyosari Surabaya. Ekspansi ke Pulau Madura merupakan salah satu poin dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2018.

"Potensi di Sumenep ini luar biasa. Salah satunya, pendaftar haji yang merupakan nasabah potensial, jumlahnya cukup banyak. Di Sumenep pendaftar haji rata-rata 3.000 orang per tahun, ungkap Purnomo.

Selain itu, jumlah pondok pesantren di Kabupaten Sumenep cukup banyak. Dengan semangat 'Ayo Hijrah', Purnomo berjanji akan banyak mendekat dan melayani kepentingan umat.

"Kami juga sangat mendukung program Pemerintah Daerah dalam pemberdayaan ekonomi syariah dan syiar agama melalui literasi keuangan syariah," tandasnya.

Sementara Wakil Bupati Sumenep, Ach. Fauzi berterima kasih karena Bank Muamalat percaya dan memilih Sumenep sebagai tempat membuka kantor cabang barunya.

"Terima kasih percaya kalau pertumbuhan ekonomi di Sumenep bagus, sehingga memilih untuk membuka cabang di Sumenep," ujarnya.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi di Sumenep cukup bagus. Tahun 2017 tercatat sebesar 5,2 persen. Selain itu, daya beli per kapita di Sumenep juga cukup bagus, yakni 8,3 juta di tahun 2017. Untuk PDRB perkapita tahunan sebesar 28,2 di tahun 2017.

"Iklim investasi di Sumenep ini juga cukup pesat. Tahun 2017 sebesar Rp 1,7 trilyun. Untuk tahun 2018 hingga kuartal kedua sudah mencapai Rp 990 milyar. Ini memang terus dikebut, agar pertumbuhan ekonomi stabil," ucapnya.

Ia berharap agar Bank Muamalat yang baru membuka kantor cabang di Sumenep, mampu berkontribusi dan bersinergi dengan lembaga keuangan lain, termasuk BPRS Sumenep sebagai salah satu BUMD setempat.

"Ini peluang bagi semuanya untuk berkolaborasi membangun Sumenep yang lebih baik, mengingat Pemkab memiliki keterbatasan. Yang penting semuanya satu tujuan, yakni memajukan Sumenep ," pungkasnya. (tem/kun)

Berita Terkait

    Komentar

    ?>