Minggu, 18 Nopember 2018

BPJS Diminta Kaji Ulang Peraturan Rujukan Berjenjang

Selasa, 16 Oktober 2018 15:05:16 WIB
Reporter : Ibnu F Wibowo
BPJS Diminta Kaji Ulang Peraturan Rujukan Berjenjang

Surabaya (beritajatim.com) - Peraturan rujukan berjenjang yang secara resmi diberlakukan oleh BPJS Kesehatan, Selasa (16/10/2018), mendapatkan penolakan dari berbagai pihak. Tuntutan agar pemberlakuan peraturan kontroversial itu ditunda pun mengalir.

Ibnu Shobir selaku Ketua Fraksi PKS di DPRD Kota Surabayanya misalnya. Bukan hanya mendesak BPJS, Ia turut mendesak agar Kemenkes juga turun tangan.

"Dari hasil kunjungan kami Kemenkes dan BPJS Kesehatan agar menunda pemberlakuan peraturan rujukan berjenjang itu. Karena aturan itu sangat merugikan masyarakat," kata Ibnu.

Menurut anggota Komisi D itu, perlu ada kajian lebih lanjut sebelum pemberlakuan peraturan secara resmi. Masa uji coba yang telah dilakukan pun terbukti menyimpan banyak masalah.

"Protes itu banyak kan. Saya yakin dari beberapa daerah lain juga ada. Ketika kami ke Jakarta juga bersama dengan Persi (Persatuan Rumah Sakit Indonesia). Mereka juga menyatakan hal yang sama," beber Ibnu.

"Sekarang begini, di Surabaya saja sebaran Rumah Sakit itu walau jarak tempuh hanya 10 Km tapi waktu tempuhnya bisa satu jam karena macet. Itu kan merugikan pasien. Belum lagi soal keterbiasaan dengan dokter di RS tertentu karena sudah sering berobat disana. Ini kan juga merepotkan," tambahnya.

Herminiati selaku selaku Koordinator Persi Korwil Kota Surabaya pun memiliki anggapan yang sama. Menurutnya, secara khusus peraturan itu melanggar UU no 36 tahun 2018.

"Pada UU itu, setiap orang mempunyai hak dalam memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan. Setiap orang juga mempunyai hak dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau," tegas Herminiati pada kesempatan terpisah.

Sebagai informasi, pada peraturan rujukan berjenjang, para pelanggan BPJS Kesehatan diharuskan memulai perawatan mereka di Puskesmas. Apabila memerlukan rujukan, pasien diwajibkan dirujuk ke Rumah Sakit dengan tingkatan paling rendah untuk kemudian mulai naik level demi level. [ifw/but]

Komentar

?>