Minggu, 21 Oktober 2018

OJK Tepis Persepsi Judi pada Investasi Saham

Kamis, 11 Oktober 2018 11:02:23 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
OJK Tepis Persepsi Judi pada Investasi Saham

Jember (beritajatim.com) - Tingkat inklusivitas pasar modal terendah di antara industri jasa keuangan lainnya. Citra investasi saham sebagai bentuk perjudian menjadi penghambat.

Berdasarkan survei 2016, tingkat inklusi pasar modal masih 1,25 persen. Jika dibandingkan inklusivitas perbankan yang mencapai lebih dari 60 persen, angka itu di luar harapan. "Ini tantangan sekaligus peluang bagi kami OJK dan teman-teman di pasar modal untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat," kata Kepala OJK Jember Azilsyah Noerdin.

"Kami ingin mencoba meluruskan persepsi masyarakat yang mungkin selama ini menganggap saham adalah judi dan sebagainya. Sekarang saja, saham kan ada saham syariah. Itu artinya tak ada masalah. Ini jadi alternatif investasi masyarakat untuk menanamkan uang selain pada deposito dan investasi fisik berupa tanah," kata Azilsyah.

Azilsyah menyebut investasi sebagai tabungan masa depan. "Faktanya memang saham dalam jangka panjang menghasilkan return paling tinggi, dibandingkan produk-produk keuangan lainnya. Jadi sangat bagus bagi masyarakat yang berinvestasi di pasar modal," jelasnya.

OJK selama Oktober ini melakukan sosialisasi di sejumlah tempat di Kabupaten Jember, Jawa Timur, seperti di kantor Kecamatan Rambipuji untuk kalangan aparatur sipil negara, kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Mandala untuk mahasiswa, dan kalangan santri.

Salah satu mahasiswi, Berlinata Setia Wardana, mengaku pertama kali mengikuti sosialisasi pasar modal. "Ini akan membuat mahasiswa lebih bisa mengikuti pasar modal lebih mendetail, seperti cara berinvestasi jangka panjang seperti apa," katanya. [wir/kun]

Tag : ojk

Komentar

?>