Senin, 10 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Harga Gula Lebih Terpuruk Dibanding Tahun Lalu

Kamis, 04 Oktober 2018 06:45:54 WIB
Reporter : Renni Susilawati
Harga Gula Lebih Terpuruk Dibanding Tahun Lalu

Surabaya (beritajatim.com) - Panen raya yang terjadi tahun ini membuat harga sejumlah komoditas pertanian anjlok. Hal itu juga terjadi pada produk gula, harga ditingkat petani mencapai Rp 8.800 per Kg. Harga ini jauh lebih rendah dibandingkan harga terendah gula tahun lalu yang masih di angka Rp 9.300 per Kg.

Dolly P Pulungan, Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) saat ditemui di kantor PTPN XI, membenarkan jika harga jual gula pasca panen raya memang tak bersahabat. Tetapi dirinya tak mau menyebut harga jual gula milik holding mereka di pasaran.

"Memang benar harganya lebih rendah dibandingkan tahun lalu, tetapi kami tidak bisa menyebutkan angkanya," ujar Dolly.

Rendahnya harga jual gula ini membuat Holding Perkebunan Nusantara III harus menerapkan beberapa strategi agar margin kerugian mereka tidak terlalu banyak. Salah satu caranya tidak menjual semua gula ke pasar. Melainkan hanya akan menjual sesuai kebutuhan pasar saja.

"Kami tidak menghentikan penjualan ke pasar, tetapi kami lebih selektif dalam menjualnya," beber Dolly.

Penjualan gula retail pun terus disiapkan dan akan mulai diluncurkan ke pasar 28 Oktober mendatang dengan satu merek brand besar milik holding. Tujuannya, agar nilai jual gula lebih baik dipasaran.

"Untuk gula nanti akan kami gelontor penjualannya melalui gula retail dalam kemasan 20 persen dari stok yang kami miliki atau sekitar 100 ribu ton gula. Kami berharap ini akan mengurangi kerugian akibat rendahnya harga jual gula saat ini," papar Dolly.

Dolly mengaku sudah punya jurus lain untuk memberikan harga yang bagus dan ekonomis untuk gula saat ini. Namun dirinya masih belum mau membeberkan langkah lainnya.

"Masalah rendahnya harga gula ini harus kami siasati agar pabrik gula bisa terbebas dari utang yang semakin menumpuk dan tidak efesien. Salah satu upaya kami mengurai itu adalah meregenerasi 3 pabrik gula di Jatim seperti Asemrowo hingga Jatiroto minimal nanti bisa menaikkan produksi hingga 7.000 ton sehingga ketahanan gula kita juga meningkat," tandasnya. [rea/suf]

Tag : gula

Komentar

?>