Rabu, 19 September 2018

Dollar Naik, Penjualan Mobil Tetap Melaju

Jum'at, 14 September 2018 14:09:37 WIB
Reporter : Renni Susilawati
Dollar Naik, Penjualan Mobil Tetap Melaju

Surabaya (beritajatim.com) - Rupiah boleh melemah atas dollar Amerika Serikat (AS), namun pengusaha tak khawatir sebab melemahnya rupiah saat ini lebih berdampak pada sektor perdagangan dengan luar negeri, sedangkan untul produk yang dijual di dalam negeri masih stabil.

Hal itu diungkapkan oleh Wendy Miharja, Marketing and After Sales Service Director Honda Surabaya Center (HSC) main dealer mobil Honda untuk Jatim, Bali Dan Nusra yang mengaku jika kenaikan dollar tak berpengaruh banyak bagi daya beli masyarakat untuk mobil.

Bahkan Wendy optimis kondisi ekonomi disaat rupiah anjlok jauh lebih kuat dibanding tahun 1998 dan 2008 lalu.

"Bagi kami yang pengusaha sudah jelas indikatornya. Salah satunya suksesnya Indonesia menggelar Asian Games, bayangkan berapa banyak uang yang masuk ke Indonesia. Dan saat ini ekonomi riil juga masih bagus, kami jualan mobil pun tak merasakan banyak dampaknya, karena penjualan masih bagus," beber Wendy, Jumat (14/9/2018).

Meskipun dollar meroket tetapi harga mobil Honda pun tak langsung meroket. Bahkan untuk mobil yang dirakit di dalam negeri harganya tidak naik.

Kenaikan hanya terjadi pada mobil CBU/Completely Built Up atau mobil yang dirakit di luar negeri. Dan di Honda mobil CBU tak terlaku banyak, hanya Accord, City, Civic, Civic Hatchback, Odyssey, dan Type R.

"Mobil-mobil itu memang segmen high class dan naiknya hanya Rp 5 sampai 9 jutaan dari harga biasa. Kenaikan ini tak akan terasa bagi konsumen high end kami tentunya," terangnya.

Hal itu juga yang membuat Wendy berani memasang target tinggi di ajang pameran GIIAS Surabaya 2018 yang akan diikuti HSC mulai 15 - 24 September mendatang. Jika tahun sebelumnya HSC mampu menjual 537 unit selama pameran, maka tahun ini saat pameran HSC optimis bisa menjual mobil Honda jauh lebih banyak lagi.[rea/ted]

Tag : mobil

Komentar

?>