Senin, 22 Oktober 2018

Bojonegoro Layak Jadi Daerah Pengembangan Sapi Potong

Rabu, 08 Agustus 2018 03:30:17 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Bojonegoro Layak Jadi Daerah Pengembangan Sapi Potong
Pengembangan peternakan sapi di Bojonegoro sangat potensial. [Foto: Tulus/Bj.com]

Bojonegoro (beritajatim.com)--Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Timur IX (Bojonegoro dan Tuban), Satya Widya Yudha, mengatakan, Bojonegoro merupakan salah satu kabupaten yang mempunyai potensi peningkatan populasi ternak sapi potong. Alasannya, karena Bojonegoro mempunyai potensi sumber bahan baku cukup besar.

Teknologi budidaya ternak sapi potong yang dapat diaplikasikan adalah teknologi reproduksi, teknologi kesehatan ternak serta teknologi pengolahan bahan pakan berbasis sumber daya lokal.

Sasaran kegiatan yang akan dicapai adalah peningkatan wawasan peternak mengenai tata laksana budidaya ternak sapi potong yang baik. sehingga dapat meningkatkan produktifitas ternak sapi potong.

“Saya ada pesan dari Pak Direktur PTPP BPPT Bapak Dudi Iskandar, yang mengharapkan bahwa pemanfaatan produk inovasi teknologi peternakan sapi potong yang dihasilkan dari BPPT ini untuk peningkatan ekonomi masyarakat melalui usaha ternak sapi potong,” ujarnya, Selasa (7/8/2018).

Satya menambahkan, program strategis dari Pemerintah Pusat harus dikawal, sehingga implementasinya benar-benar bisa dirasakan langsung masyarakat di pedesaan yang membutuhkan. Hal ini sebagai wujud visi Nawacita Presiden Joko Widodo, yaitu membangun Indonesia dari desa dengan mengutamakan asas pemerataan dan keadilan sosial.

Untuk mendukung program tersebut, sejumlah masyarakat mengikuti pelatihan Diseminasi Teknologi Peternakan Sapi yang bermitra dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Kementerian Ristek RI di Desa Gajah, Kecamatan Baureno, Bojonegoro.

Hadir juga Kabag Program dan Anggaran BPPT M. Nasir Rofiq, Kades Gajah Mahyun serta Sekretaris Camat Baureno Afan.

“Program diseminasi dari BPPT ini merupakan bagian dari amanah saya ketika masih menjadi pimpinan di Komisi VII DPR RI, karena ini program pemerintah untuk kemasyarakatan. Saya berterima kasih kepada BPPT yang bisa melaksanakan program ini di Bojonegoro, di mana potensi sumber daya peternakan cukup besar di sini,” papar Satya yang kini menjadi Wakil Ketua Komisi I dari Fraksi Partai Golkar ini.

Yang menjadi tugas parlemen, sebut Satya, adalah mengawal dan memastikan bahwa program-program dari Pemerintah seperti Diseminasi Teknologi dari BPPT bisa implementatif bagi masyarakat, khususnya di pedesaan.

“Program strategis demikian harus tepat sasaran dan tepat guna. Jadi, tugas saya sebagai wakil rakyat di Dapil Jatim IX ini mengawal agar benar-benar programnya sampai di masyarakat yang membutuhkan,” imbuhnya.

Disebutkan bahwa masih kurangnya implementasi program-program strategis kemasyarakatan dari Pemerintah adalah kendala anggaran yang terbatas dalam setiap APBN.

Oleh karena itu, Satya yang juga pernah menjadi anggota Banggar DPR RI tersebut, menyatakan dukungan untuk upaya peningkatan anggaran program strategis di kementerian-kementerian yang mengemban program strategis kemasyarakatan.

“Dukungan anggaran kepada kementerian-kementerian yang mempunyai program strategis kemasyarakatan harus dimaksimalkan. DPR mendorong dalam setiap pembahasan APBN maupun APBN-P,” tandas Satya yang sudah menjadi anggota DPR RI dua periode ini.

Sementara itu, di tempat yang sama, Kabag Program dan Anggaran BPPT Kemenristek RI M. Nasir Rofiq menyampaikan optimismenya bahwa dengan adanya pelatihan Diseminasi Teknologi Peternakan Sapi di Bojonegoro ini mampu meningkatkan pertumbuhan konsumsi daging sapi nasional.

Defisit daging sapi yang paling tinggi terjadi pada 2015 yaitu 89,18 ribu ton. Defisit tersebut menjadikan peluang untuk terus meningkatkan pengembangan budidaya sapi potong, khususnya pada skala rumah tangga.

Program usaha peningkatan ternak skala rumah tangga terbukti membawa perubahan yang signifikan terutama bagi peternak.

"Bisnis ternak sapi potong skala rumah tangga telah marak digerakkan dengan cara konvensional, peternak sapi potong kelas rumah tangga mampu mengembangkan usahanya dengan keuntungan yang memadai,” beber Nasir Rofiq. [lus/air]

Tag : sapi

Komentar

?>