Jum'at, 14 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Mie Nyonyor, Contoh Wajib Pajak Jujur di Banyuwangi

Rabu, 18 Juli 2018 22:21:27 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Mie Nyonyor, Contoh Wajib Pajak Jujur di Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, mengeluarkan kebijakan pemasangan tax monitor sejak Juni 2017. Alat ini berfungsi merekam semua transaksi yang berlangsung di hotel dan restauran mengeluarkan struk pembayaran yang telah ditambahkan pajak sebesar 10 persen bagi konsumen. 

Hasilnya, sejak diterapkan alat tersebut beberapa warung atau tempat makan telah memanfaatkannya. Salah satunya di warung mie rumahan yang terletak di Jl. Medang Kamulan 8, Tamanbaru, Kecamatan Banyuwangi Kota.

"Warung ini menjadi salah satu tempat makan yang tertib dan melaksanakan kewajiban pajak sesuai dengan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, M Yanuar Bramuda, Rabu (18/7/2018).

Dalam sehari, kata Bramuda, warung ini mampu membayar pajak senilai Rp 1 juta.

“Pajak ini yang membayar tetap konsumen, bukan pemilik warung, namun kami meminta kesediaan pemilik usaha untuk menarik pajak ini. Semua penerimaan pajak akan kembali pada masyarakat berupa infrastruktur dan fasilitas umum,” katanya.

Sementara itu, Fendra Agoprilla Putra pemilik warung mie ini mengaku, rata-rata pengunjung yang datang ke warungnya sekitar 200 hingga 300 orang per. Sehingga dalam sehari mampu mengais omset Rp 3 sampai Rp 4 juta dalan sehari.

"Apa yang saya dapat sudah cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Sekarang, apa salahnya membayar sesuatu yang merupakan kewajiban. Itu juga untuk kepentingan umum yang kita juga yang menikmati. Apalagi pemerintah sudah ," kata pria yang  karib disapa Ago ini.

Meski omsetnya besar, namun Ago tidak serta merta lupa melaksanakan kewajibannya sebagai wajib pajak. Sejak tiga tahun lalu, saat dia dikenalkan aturan pajak restoran, Ago langsung membayar pajak secara teratur.

"Awalnya kami menghitung manual, kira-kira berapa yang harus kami bayarkan dari pengunjung yang hadir. Sejak tiga bulan lalu dibantu pemkab menggunakan alat tax monitor, kami justru terbantu. Kami bisa memantau berapa jumlah pajak yang dibayarkan," pungkasnya.

Warung mie berkonsep pedas dengan tagline 'mie nyonyor' ini kini menjadi salah satu tempat makan yang jujur dan tertib pajak di Banyuwangi. Hal ini mampu menjadi contoh dan pemantik tempat lain untuk melakukan hal serupa. [rin/but]

Tag : pajak

Komentar

?>