Senin, 20 Agustus 2018

Tiga Mahasiswa UISI Ciptakan Anti Nyeri Buat Petani

Rabu, 18 Juli 2018 19:04:58 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Tiga Mahasiswa UISI Ciptakan Anti Nyeri Buat Petani

Gresik (beritajatim.com) - Tiga mahasiswa Manajemen Rekayasa Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) menciptakan korset bagi petani. Alat tersebut sangat berguna bagi petani saat menjalankan aktivitas serta meningkatkan kenyamanan.

Alasan diciptakan korset karena selama ini permasalahan utama yang dihadapi oleh petani saat beraktivitas adalah seringnya keluhan nyeri pada pinggang dan punggung. Keluhan yang disara usai menjalankan aktivitas.

Korset yang diberi nama 'Korset Go' itu diciptakan tiga orang mahasiswa. Terdiri dari Dini Annisa Utami, Rizky Wulandari, dan Mohammad Chafidh Supriyanto. Ketiga mahasiswa ini sebelumnya sukses membuat inovasi di bidang ergonomi.

"Korset ini dilengkapi dengan titik akupuntur dari batuan alam yang berfungsi sebagai titik relaksasi agar peredaran darah menjadi lancar," ujar Dini kepada wartawan, Rabu (18/07/2018).

Dini menambahkan, korset ini juga dapat mengurangi nyeri akibat posisi kerja yang dituntut banyak membungkuk. Malahan pengguna pertama Korset GO ini adalah petani buah di Kampus UISI. Dimana disana terdapat 4 orang petani buah yang mengeluhkan sakit atau nyeri pada pinggang dan punggung karena aktivitas mereka yang lebih banyak membungkuk.

"Testimoni yang sudah dilakukan selama dua hari pemakaian oleh petani, respon yang diberikan yakni komentar positif dari semua petani bahwa Korset GO ini nyaman saat digunakan, memberikan efek hangat seperti memakai koyo dan mengurangi kelelahan akibat bekerja," tambahnya.

Salah satu indikator untuk mengukur kelelahan adalah tekanan darah, dan memang terjadi perbedaan tekanan darah antara sebelum dan setelah menggunakan korset ini. Tekanan darah sebelum pemakaian menunjukkan angka 124 mmHg namun setelah menggunakan korset menjadi 120 mmHg Dini.

Inovasi ini berhasil memenangkan program hibah Kementrian Riset dan Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa di bidang Karsa Cipta (PKM-KC). "Pengembangan yang kami lakukan yakni kami akan terus mengembangkan desain yang lebih baik dan selanjutnya kami akan mengurus hak paten untuk desain dan brand kami," tandas Dini. [dny/but]

Komentar

?>