Senin, 20 Agustus 2018

300 Karyawan Industri Kayu dan Tekstil di Gresik Kehilangan Pekerjaan

Rabu, 18 Juli 2018 18:24:33 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
300 Karyawan Industri Kayu dan Tekstil di Gresik Kehilangan Pekerjaan
Foto ilustrasi

Gresik (beritajatim.com) - Imbas tidak beroperasinya lima perusahaan industri kayu dan tekstil di Gresik, sekitar 300 karyawan di sektor industri tersebut terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemkab Gresik, Agus Mualif menuturkan bahwa melambatnya ekonomi serte melemahnya daya beli masyarakat saat ini membuat lima perusahaan di Gresik berhenti beroperasi. Sehingga membuat sekitar 300 orang kehilangan pekerjaan.

"Saya tidak hafal nama-nama perusahaannya. Meskipun begitu jumlah pabrik yang tutup lebih kecil dibandingkan tahun lalu," ujarnya, Rabu (18/07/2018).

Agus Mualif menjelaskan, terkait dengan itu saat ini Disnaker Gresik sedang memproses administrasi PHK perusahaan-perusahaan tersebut. Dipredikasi, iklim industri di Gresik stagnan sehingga akan banyak terjadi PHK.

"Industri padat karya tergolong industri yang rentan melakukan PHK massal. Sehingga, kami menghimbau agar para buruh untuk meningkatkan skillnya agar dipertahankan perusahaan," ungkapnya.

Secara terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Gresik, Tri Andi Suprihartono tidak menampik hal tersebut. Menurutnya, beberapa perusahaan yang tutup dikarenakan kalah bersaing.

"Penyebabnya saat ini perusahaan yang tidak beroperasi mengalami persoalan internal dan eksternal. Di antaranya, minimnya kompetensi pekerja serta melemahnya daya beli sebagai akibat dari kurang kompetitifnya produk sehingga kalah bersaing," ujarnya.

Selain itu, Apindo banyak mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak pro pengusaha. Pasalnya, dalam menetapkan UMK selama ini suara pengusaha kurang begitu didengarkan. Belum lagi adanya tambahan iuran BPJS ditanggung perusahaan yang saat ini jumlahnya hampir mencapai 18 persen.

"Kami berharap pemerintah, khususnya yang di daerah harus lebih terbuka dalam melibatkan sektor swasta untuk mengambil kebijakan. Kalau terus dibiarkan pelaku usaha akan lari atau memindah usahanya ke daerah lain," tandasnya. [dny/but]

Tag : pengangguran

Komentar

?>