Senin, 20 Agustus 2018

Setelah Chile, Pemerintah Garap Pasar Peru dan Mercosur

Rabu, 18 Juli 2018 11:51:27 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Setelah Chile, Pemerintah Garap Pasar Peru dan Mercosur

Jember (beritajatim.com) - Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri serius menggarap pasar Amerika Latin. Salah satunya untuk memasarkan produk-produk daerah, termasuk kopi.

Direktur Amerika II Kemenlu Julang Pujianto mengatakan, pemerintah RI sudah meneken perjanjian kerjasama dengan pemerintah Chile. "Dalam perjanjian dengan Chile, ada sekian ribu produk yang disetujui kedua negara untuk diperdagangkan dengan tarif (masuk) bervariasi. Ini merupakan sebuah peluang bagi kita. Ada beberapa produk yang tarif masuknya nol rupiah," katanya, dalam seminar yang digelar bersama Kementerian Luar Negeri RI di Hotel Aston, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (17/7/2018).

Pemerintah sudah melakukan penelitian pasar secara umum. Namun untuk komoditas kopi, Julang memandang perlu ada penelitian tersendiri yang lebih akurat. Ini untuk mengetahui tingkat konsumsi kopi di negara-negara tujuan. "Hal-hal seperti itu kita pertajam agar kita bisa memetakan secara akurat," kata Julang.

Menurut Julang, di ada sejumlah negara pemasok kopi yakni Brasil, Vietnam, Kolombia, dan Indonesia. "Kita harus melakukan penetrasi pasar di sana. Kita manfaaatkan sebaik-baiknya," katanya.

Saat ini pemerintah sedang berusaha merintis perjanjian perdagangan dengan Peru. "Ini masih proses awal negosiasi. Mudah-mudahan segera bergulir lanjutannya. Selain itu kami juga merintis kerjasama Indonesia dengan Mercosur," kata Julang.

Mercosur adalah organisasi yang didirikan pada 1985 yang terdiri dari Brasil, Argentina, Paraguay, Uruguay, dan Venezuela. Organisasi mengoordinasikan kegiatan ekonomi. "Kalau kita bisa (bekerjasama), maka pada saat yang sama kita bisa melakukan perdagangan dengan negara anggota Mercosur," kata Julang. [wir]

Tag : kopi

Komentar

?>