Sabtu, 22 September 2018

Ini Harapan Warga Ring Satu PG Mulai Berdiri Hingga Operasional Sampai Sekarang

Kamis, 12 Juli 2018 17:43:19 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Ini Harapan Warga Ring Satu PG Mulai Berdiri Hingga Operasional Sampai Sekarang

Gresik (beritajatim.com) - Di usianya hampir mencapai setengah abad. Tepatnya, berusia 46 tahun. Produsen pupuk yang ber-home based di Gresik, PT Petrokimia Gresik (PG) tidak henti-hentinya terus melakukan transformasi hingga sekarang.

Berawal dari hanya dua pabrik berkapastias 39 ribu ton pertahun (1972), kini menjelma menjadi 29 pabrik berkapasitas 7,7 juta ton pertahun (2018). Dari produksi pupuk tunggal, kini memproduksi pupuk majemuk, organik, hayati, berbagai produk pengembangan, serta sejumlah bahan kimia.

Di tengah transformasi dan pertumbuhan yang sangat baik, perusahaan juga turut tumbuh dan berkembang bersama masyarakat yang berada di ring satu pabrik. Sejumlah warga pun mengekspresikan manfaat positif serta harapan atas keberadaan perusahaan di wilayahnya.

Salah satunya adalah Bambang Soeryanto (40), warga Kelurahan Tlogopojok, Kecamatan Gresik, mengharapkan kedepannya warga Tlogopojok dengan PG tetap harmonis dan saling  pengertian. Sebab, sebagai aset pemerintah warga juga berkewajiban turut membantu, dan secara tidak langsung mengamankan keberlangsungan operasional pabrik.

"Warga Tlogopojok kebutuhan masyarakatnya sudah banyak dibantu PG. Untuk itu, kedepannya kami juga berharap PG tidak hanya terus-menerus membantu. Tapi, bagaimana memberi masyarakat seperti mengail ikan. Sehingga, tidak melulu mengandalkan bantuan supaya warga disini bisa mandiri," tuturnya," Kamis (12/7/2018).

Sementara, Maftukhin (35) salah satu anggota Karang Taruna (Kartar) Desa Roomo, Kecamatan Manyar, mengatakan, dirinya berharap agar PG terus mendukung program Kartar di desanya secara berkelanjutan.

"Permintaan kami cuma satu supaya PG terus mendampingi program karang taruna yang berkelanjutan kendati programnya sudah banyak dibantu," katanya.

Hal senada juga dikemukakan oleh Nursi'ah (48) selaku Kepala Sekolah Pandidikan Anak Usia Dini (PAUD) Indah Sari Tlogopojok, Kecamatan Gresik. Menurutnya, keberadaan PG sangat membantu khususnya dalam hal pendidikan anak usia dini. Sebab, PAUD tempat ia bekerja sebelumnya hanya dikelola bersama warga dan tempatnya sangat jelek. Namun, setelah direnovasi oleh PG bangunan Bunda Paud Tlogopojok sudah berdiri kokoh dan sangat layak.

"Petro tidak hanya bantu bangunannya saja, guru PAUD setiap dua tahun sekali juga diberi pelatihan melalui program Indonesia Heritage Foundation (IHF). Malahan jumlah murid di tempat kami terus bertambah. Keberadaan gedung PAUD tersebut yang terdiri dari dua lantai juga bisa digunakan sebagai ruang pertemuan dengan warga baik itu rapat RT maupun RW," ujarnya.

Pengurus Muslimat NU Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik, Masruroh, menyatakan bantuan dari PG sudah tidak ternilai. Mulai dari kesehatan, kebutuhan sembako, pendidikan, dan lain-lain. Karena itu, bantuan tersebut supaya diperbanyak lagi agar masyarakat bisa merasakan langsung manfaatnya. "Kalau bisa bantuan dari PG diperluas dan diperbanyak selain itu pelatihan-pelatihan ketrampilan baik itu pemuda maupun ibu-ibu PKK terus dilakukan," tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PG Yusuf Wibisono mengungkapkan bahwa perusahaan melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan. "Kami terus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas hidup warga sekitar perusahaan. Mengingat warga sekitar perusahaan adalah pihak yang sedikit banyak melihat dan merasakan aktivitas serta operasional perusahaan sehari-hari," ungkapnya.

Tahun lalu, realisasi penyaluran dana pinjaman modal kerja pada program kemitraan mencapai Rp 52,4 miliar naik 7 persen dibanding tahun 2016. "Konsep besar program CSR perusahaan adalah bagaimana meningkatkan kualitas dan kapasitas hidup dalam rangka mewujudkan masyarakat yang mandiri dan sejahtera," tandas Yusuf. [dny/kun]

Tag : petrokimia

Komentar

?>