Sabtu, 21 Juli 2018

Pelayanan Pelabuhan Benoa Berjalan Normal

Selasa, 10 Juli 2018 22:11:30 WIB
Reporter : Renni Susilawati
Pelayanan Pelabuhan Benoa Berjalan Normal

Benoa (beritajatim.com) – Sedikitnya sekitar 39 unit kapal ikan/nelayan di Dermaga Barat atau disebut Dermaga Perikanan di Pelabuhan Benoa terbakar pada Senin dini hari sekitar pukul 02.00 WITA (9/7/2018).

Dermaga Barat merupakan Dermaga Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) yang dikelola oleh pihak swasta yang diperuntukan sebagai tempat bersandar kapal ikan/nelayan yang mensuplai kegiatan industri perikanan di Pelabuhan Benoa.

Engineering, Information and Communication Technologi Director Pelindo III Husein Latief menyebut bahwa pihaknya akan menyiapkan langkah antisipasi dalam pencegahan kebakaran dari sisi laut dan darat.

“Bersama dengan instansi terkait, kita mereview sistem dan prosedur perijinan kapal serta akan menyiapkan kapal tongkang dilengkapi pipa hydrant. Penempatan fasilitas dockingkapal dan repair  akan disediakan terpisah untuk kapal ikan,” ujarnya.

Dermaga di Pelabuhan Benoa berbentuk ‘U” yakni dermaga barat zona perikanan, dermaga timur zona terminal cruise dan kapal cargo/petikemas. “Saat ini kita sedang melakukan beutifikasi Pelabuhan Benoa dengan memperdalam alur dan kolam pelabuhan menjadi 12 lws untuk layanan bongkar muat dan cruise serta 4 lws di dermaga perikanan.

“Lokasi kebakaran cukup jauh dari Terminal LNG di Dermaga Selatan dengan jarak kurang lebih 250 meter. Kita sudah lakukan dedicated terminal untuk penataan lokasi terminal LNG sehingga meskipun kebakaran besar terjadi, terminal LNG masih aman,” jelasnya.

“Kami pantau terus perkembangannya supaya aktifitas operasional dan layanan tetap berjalan lancar. Bencana kebakaran ini akan menjadi titik balik bagi Pelindo III dan instansi terkait sebagai pelajaran dan pengalaman serta mengedukasi para ABK untuk selalu waspada dan menjaga aktivitasnya, apalagi  kapal mereka berbahan kayu tentunya mudah terbakar. Nantinya seluruh pihak akan bekerja bersama untuk penataan sandar kapal dalam penanggulangan kebakaran agar hal serupa tidak terulang lagi,” tutur Husein Latief.

Proses pemadaman sendiri sama sekali tidak mengganggu aktifitas bongkar muat cargo, petikemas, kegiatan marina serta pelayanan terhadap pengguna jasa di Pelabuhan Benoa.

Tercatat sebanyak 6 unit kapal bersandar di dermaga timur Pelabuhan benoa, Senin (9/7). Enam kapal tersebut antara lain 1 unit kapal pesiar Equanimity sandar di dermaga timur, 4 unit kapal Pelni yaitu Bainaya, Leuser, Awu dan Tilong Kabila yang melakukan aktifitas embarkasi dan debarkasi, 1 unit kapal Meratus Sabang melakukan aktifitas bongkar/muat 135 boks peti kemas.

Sementara itu, CEO Regional Banyuwangi Bali Nusa Tenggara (BBN) Pelindo III I Wayan Eka Saputra menjelaskan,  bahwa saat terjadi kebakaran Pelindo III sudah mengerahkan 1 unit kendaraan PMK, dan kapal tundanya untuk memadamkan api namun karena faktor kedalaman/draftkolam di dermaga barat hanya mencapai 2,5 m LWS sehingga kapal tunda tidak memungkinkan  melakukan mobilisasi. Setidaknya dibutuhkan kedalaman 3 m LWS agar kapal tunda bisa beroperasi,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia mengemukakan, musibah kebakaran diperkirakan akibat percikan api dari dalam kapal ditambah dengan adanya hembusan angin kencang serta kondisi kapal yang menyimpan bahan bakar sehingga menyebabkan api cepat menjalar ke kapal lain yang sandar di zona perikanan selain disebabkan padatnya kapal yang tidak berkegiatan di Dermaga Barat.

“Kami pastikan seluruh kegiatan operasional di Pelabuhan Benoa aman, lancar dan kondusif,” tutupnya.[rea/ted]

Tag : pelindo

Komentar

?>