Sabtu, 22 September 2018

Permintaan Meningkat, Songkok Karakter Paling Diminati

Kamis, 24 Mei 2018 12:49:05 WIB
Reporter : Misti P.
Permintaan Meningkat, Songkok Karakter Paling Diminati

Mojokerto (beritajatim.com) - Salah satu pengrajin songkok di Desa Mengelo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto kebanjiran pesan sejak dua bulan lalu. Dari sekitar 24 jenis songkok, songkok karakter paling diminati konsumen.

Salah satu pengrajin songkok, Ahmad Dimyati mengatakan, dua bulan sebelum puasa orderan sudah mulai berdatangan dan puncaknya pada bulan puasa. "Alhamdulillah, menanjak terlalu tajam sampai 4 kali lipat saat bulan puasa," ungkapnya, Kamis (24/5/2818).

Masih kata Dimyati, di hari biasa songkok hitam, dalam satu minggu ia bersama 30 karyawannya memproduksi antara 20 sampai 50 kodi. Tapi saat bulan puasa maksimal 100 kodi, padahal jumlah tersebut belum bisa mengatasi orderan.

"Kalau macamnya banyak, ada sekitar 24 jenis. Paling diminati songkok hitam bordir pakai spon, kwalitas bagus tapi murah dan juga songkok karakter. Baik anak-anak, dewasa juga diminati. Ada bordir dan cetak, seperti gambar Toya, Nemo, Shiva," katanya.

Untuk songkok karakter baru diproduksi empat bulan lalu. Dimyati menuturkan, saat bulan puasa seperti ini pesanan songkok karakter overload. Menurutnya, hal tersebut lantaran respon pasar sangat cepat dan harganya murah sehingga mempengaruhi pemesanan.

"Hampir semua kota di Jawa Timur dan Jawa, luar jawa seperti Kalimantan, Makassar dan Papua. Karane buka online sehingga tiap hari ada permintaan sampai saya harus menambah karyawan. Ada 10 tenaga kerja tambahan," tuturnya.

Menurutnya, tenaga dadakan tersebut mengerjakan setelah ia menyiapkan bahan yang sudah dipotong sehingga bisa dikerjakan di rumah. Harga per kodi, jelas Dimyati, antara Rp50 ribu sampai Rp800 ribu tergantung model dan kwalitas bahan.

"Usaha ini saya rintis sejak tahun 1998, mulai kecil-kecilan dan meningkat sedikit demi sedikit. Saya belajar secara otodidak, modalnya punya mesin jahit saja. Memang setiap tahun dua bulan sebelum puasa sudah ramai, dibanding musim haji, ramai saat puasa," tegasnya.[tin/ted]

Tag : ramadan

Komentar

?>