Sabtu, 18 Agustus 2018

Ramadan, Permintaan Kain Tenun Ikat Naik 40 persen

Selasa, 22 Mei 2018 22:26:45 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Ramadan, Permintaan Kain Tenun Ikat Naik 40 persen

Kediri (beritajatim.com) - Aktifitas produksi di sentra tenun ikat khas Kediri di Kelurahan Bandar Kidul, Mojoroto, Kota Kediri mengalami peningkatan, pada bulan ramadan. Salah satunya di rumah produksi tenun ikat milik Siti Ruqayah.

Menurut Ruqayah, konsumen sudah order kain tenun untuk ramadan dan lebaran sejak satu bulan lalu. Sehingga sudah tidak memenuhi pemesanan untuk lebaran. Utamanya, berasal dari konsumen yang pesan dalam jumlah besar.

"Selama ramadan, permintaan pembeli satuan juga meningkat tajam. Baik bahan kain, sarung maupun pakaian tenun ikat. Untuk memenuhi banjir permintaan itu, kami harus meningkatkan kapasitas produksinya 40 persen," kata Ruqoyah, Selasa (22/5/2018.

Jika di hari biasa, produksi tenun ikat hanya mencapai 60 potong, kali ini dia harus menggenjot produksi hingga 70 hingga 80 potong. Ruqoyah berupaya meningkatkan produktifitas dengan memperkerjakan 98 orang tenaga kerjanya dengan 60 unit alat tenun bukan mesin (ATBM) dan memberlakukan penambahan jam kerja.

Permintaan akan terus meningkat saat mendekati lebaran. Untuk pembelian dalam jumlah besar, Siti Ruqoyah baru bisa melayani setelah lebaran.

Pembuatan tenun ikat dilakukan tanpa mesin dan mengandalkan tangan-tangan pekerja. Ada 14 tahap proses pembuatan tenun ikat. Karena kerumitannya, produk tenun ikat medali mas ini tidak dijual dengan harga murah.

Selembar kain katun dengan ukuran 1 kali 2,5 meter dijual mulai harga Rp 165 ribu atau naik Rp 5 ribu dari tahun sebelumnya untuk jenis kain katun. Kemudian Rp 235 ribu untuk kain semi sutra dan Rp 425 ribu untuk kain sutra.

Usaha tenun ikat di sentra bandar kidul ini berlangsung sejak tahun 1950. Kini terdapat 12 unit usaha tenun ikat. Tenun ikat khas Kediri ini telah dipasarkan ke seluruh penjuru nusantara di sekitar Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, Kalimantan hingga Sumatera. [nng/suf]

Tag : ramadan

Komentar

?>