Kamis, 22 Nopember 2018

BI Sediakan Rp 7,2 Triliun untuk Ramadan dan Idul Fitri di Kediri

Selasa, 22 Mei 2018 07:58:43 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
BI Sediakan Rp 7,2 Triliun untuk Ramadan dan Idul Fitri di Kediri
foto/ilustrasi

Kediri (beritajatim.com) - Guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan dan lebaran, kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri menyediakan uang Rp 7,2 Triliun. Jumlah itu sesuai dengan proyeksi yang diajukan seluruh bank di Kediri untuk bulan Ramadan dan lebaran.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri, Joko Raharto mengatakan, BI sudah berkoordinasi dengan perbankan di seluruh wilayah kerja untuk penyediaan uang selama Ramadan dan lebaran.

"Koordinasi sudah dilakukan, pertama penyediaan uang rupiah untuk transaksi dan berjaga-jaga selama bulan Ramadan serta lebaran," ujar Joko Raharto, Selasa (22/5/2018).

Menurutnya, permintaan perbankan Kediri sebesar Rp 7,9 triliun mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Diketahui realisasi Outlow pada 2017 mencapai kisaran Rp  6,4 triliun. Peningkatan tersebut dipengaruhi berbagai macam faktor.

"Faktornya macam-macam, ada karena waktu liburannya panjang, lalu faktor ujung lebaran di antara anak-anak kenaikan kelas," katanya.

Joko mengatakan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan bank-bank di seluruh Kediri dan wilayah kerja BI Kediri terkait sistem penukaran uang.

"Bank Indonesia melakukan penukaran melalui bank-bank. Kedua melalui kas keliling secara aktif, secara serentak, sesuai jadwal-jadwal yang sudah kami tentukan dengan perbankan," urainya.

Sebagaimana diketahui, wilayah kerja BI Kediri meliputi Kediri, Tulunganggung, Blitar, Ponorogo dan Madiun, Jawa Timur.

BI Kediri menghimbau masyarakat agar selalu melakukan penukaran uang dalam jumlah wajar. Kemudian meningkatkan penggunaan instrumen transaksi non tunai dengan media kartu seperti kartu ATM, Katu Debit, uang elektronik (money) dan transksi digital (mobile banking,sms banking) dengan memperhatikan keamanan dalam bertransaksi.

"Mengutamakan ibadah dalam momentum pauasa Ramadan dan Idul Fitri dengan berbelanja secukupnya, tidak berlebihan serta melakukan penukaran uang ditempat yang resmi guna menghindari praktek jual beli uang dan kemungkinan adanya uang palsu," pesan Joko. [nng/suf]

Komentar

?>