Selasa, 19 Juni 2018

PG Produksi Urea Pertama dari Amurea II

Senin, 21 Mei 2018 18:20:53 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
PG Produksi Urea Pertama dari Amurea II

Gresik (beritajatim.com) - Produsen pupuk regional yang berhome based di Gresik, PT Petrokimia Gresik (PG), untuk pertama kalinya memproduksi pupuk urea yang berasal dari 'first prilling' pada proyek Ammonia-Urea (Amurea) II.

Aktivitas produksi itu, sengaja dilakukan bertepatan dengan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2018.

Dirut PT PG Nugroho Christijanto menuturkan, keberhasilan first prilling produk urea pada proyek ammonia-urea II diharapkan dapat kian membangkitkan serta menjaga, dan merawat keberlangsungan bisnis perusahaan.

"Proyek Ammonia Urea II ini merupakan salah satu proyek strategis untuk meningkatkan peran PG dalam mendukung terwujudnya program ketahanan pangan nasional, serta kemajuan dunia pertanian Indonesia," ujarnya, Senin (21/05/2018).

Proyek Amurea II merupakan salah satu proyek strategis pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan nasional. Hal ini berdasarkan pada Instruksi Presiden (Inpres) RI  nomor 2 Tahun 2010 tentang Revitalisasi Industri Pupuk.

"Berdasarkan Inpres tersebut kami menyusun rencana pembangunan proyek Amurea II. Tujuannya adalah untuk mengurangi ketergantungan bahan baku impor dan memenuhi kebutuhan pupuk untuk petani Jawa Timur," ujar Nugroho.

Proyek Amurea II, tendernya dimenangkan oleh konsorsium kontraktor asal China Wuhuan Engineering Co. Ltd bersama kontraktor nasional PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan nilai proyek mencapai Rp5,5 triliun.

Sebelum pabrik Amurea II dibangun. Eksisting kapasitas pupuk urea II PG memiliki kapasitas 445 ribu ton per tahun. Sementara, kebutuhan pupuk tersebut mencapai 850 ribu ton per tahun.

Di sisi lain, kebutuhan pupuk urea di Jawa Timur mencapai 1,2 juta ton per tahun. Sedangkan kapasitas produksi urea PG hanya 460 ribu ton per tahunnya. Sedangkan untuk kekuranganya, PG selama ini, mendatangkan dari PT Pupuk Kaltim, PT Pupuk Kujang, dan PT Pupuk Sriwidjadja (Pusri).

"Nantinya keberadaan pabrik Amurea II akan mengurangi ketergantungan impor bahan baku pupuk dan memperkuat struktur bisnis PG. Selain itu, juga akan menghemat biaya pengangkutan pupuk yang selama ini didatangkan dari luar Jawa Timur," pungkas Nugroho Christijanto. [dny/but]

Tag : petrokimia

Komentar

?>