Senin, 22 Oktober 2018

Diskon Besar-besaran Demi Genjot Penjualan

Kamis, 17 Mei 2018 08:01:34 WIB
Reporter : Renni Susilawati
Diskon Besar-besaran Demi Genjot Penjualan

Surabaya (beritajatim.com) - Aksi bom Surabaya dan sejumlah penangkapan teroris berdampak pada penurunan pengunjung mall. Akibatnya Matahari Department Store yang memiliki tenant cukup besar di beberapa mall di Surabaya pun menjadi lengang. Hal yang sama juga terjadi di Indomaret dan Alfamart yang merosot hingga 45 persen penjualannya.

"Kalau mau melihat betapa nelangsanya kami, bisa dilihat dari okupansi pengunjung setiap hari Senin saat jam makan siang, biasanya minimal 2.000 pengunjung. Tetapi saat Senin, ada peledakan bom lagi di Polrestabes itu, 500 pengunjung saja tidak ada," beber Hendri Lismono, Regional Manager Jatim Matahari Departemen Store.

Dikatakan, pihaknya sudah menyiapkan program diskon dan promo khusus saat ramadan. Akan tetapi karena aksi bom ini membuat pihaknya berpikir keras lagi untuk menambah promo serta kembali meyakinan konsumen agar tidak takut belanja di mall.

"Jika sebelumnya sudah ada buy 1 get 2 promonya, maka kali ini akan kami coba menaikkannya mungkin buy 1 get 3, atau tambahan diskon yang lebih besar serta bagi-bagi voucher khusus pelanggan," aku Hendri.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ame Dwi Pramesti, Humas Alfamart Jatim. Ame mmengaku penjualan sejumlah gerai Alfamart di Surabaya turun hingga 45 persen. Bahkan ada toko mereka yang ditutup saat kejadian sebab gerai mereka berada di dekat lokasi peledakan bom di gereja, Minggu lalu.

"Kami tentunya akan lebih gencar memberikan diskon dan subsidi untuk program bazar murah. Jika tahun lalu subsidi untuk program bazar murah Rp 10.000 per paket, maka kini kami naikkan Rp 30.000 per paketnya," jelas Ame.

Berbagai upaya promo khusus untuk menggenjot pelanggan kembali berbelanja seperti biasanya ini memang akan gencar dilakukan mulai hari ini, Kamis (17/5/2018), sebab pelaku usaha ritel modern sudah kehilangan moment yang cukup panjang untuk menaikkan penjualan mereka.

"Bulan puasa dan lebaran ini merupakan moment yang paling diandalkan untuk pencapaian target tahunan. Bahkan saat puasa dan lebaran mampu menutupi 60 persen dari target penjualan kami selama setahun. Namun karena kejadian teror bom, membuat kami kehilangan moment yang paling kami andalkan," tambah Ketua Aprindo DPD Jatim, April Wahyu Widati. [rea/suf]

Tag : ritel

Komentar

?>