Selasa, 16 Oktober 2018

Barata Indonesia Patok Target Kontrak Rp 5 Triliun

Rabu, 16 Mei 2018 16:10:56 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Barata Indonesia Patok Target Kontrak Rp 5 Triliun

Gresik (beritajatim.com) - BUMN yang ber-home based di Gresik, PT Barata Indonesia (persero) mematok target kontrak di tahun 2018 senilai Rp 5 triliun. Sebagai bentuk keseriusannya, BUMN tersebut sudah melakukan signing dengan beberapa perusahaan serta proyek baru yang akan digaet.

Dirut PT Barata Indonesia (persero), Silmy Karim mengatakan, terkait dengan kontrak tersebut, perusahaannya sudah melakukan kerjasama dengan beberapa perusahaan. Di antaranya PT Pertamina (persero) di Belawan, Medan untuk fasilitas LPG yang nilai kontraknya sebesar Rp 220 miliar. Selain itu, dengan PTPN X untuk meng-upgrade Pabrik Gula (PG) Gempol Kerep, Mojokerto dan PT PLN (persero).

"Dari beberapa perusahaan itu, untuk PT Pertamina (persero) di Belawan, Medan sudah deal. Sedangkan dengan PTPN X masih proses tender begitu pula dengan PT PLN (persero)," ujarnya, Rabu (16/05/2018).

Masih menurut Silmy Karim, selama triwulan pertama 2018 yang masih terkait dengan kontrak, PT Barata Indonesia sudah membukukan kontrak senilai Rp 615 miliar. Sedangkan selama akhir tahun 2018 pihaknya mematok target kontrak senilai Rp 5 triliun.

"Perolehan kontrak 2018 kami usahakan sebesar itu, dan penjualan akan dipatok di atas Rp 2 triliun," paparnya.

Saat ini, PT Barata Indonesia sumber utamanya mengandalkan penjualan dari sektor industri komponen, pembangkit listrik, pabrik gula, port cranes, minyak dan gas. Industri komponen bersumber dari komponen pembangkit, kereta api dan juga sisanya ekspor ke Amerika Serikat, Rusia dan lainnya.

Dari sektor pembangkit listrik proyek bersumber dari PLN, Indonesia Power PJB dan juga Siemens. Sedangkan dari pabrik gula berasal dari pabrik baru PTPN 10, dan PTPN 11 serta sisanya swasta.

Barata Indonesia juga sudah mengantongi proyek engineering serta konstruksi minyak dan gas dari Pertamina sebagian di hilir seperti distribusi BBM dan sebagian hulu.

"Kami tetap optimis raihan target kontrak sampai akhir tahun 2018 mampu terlampui," tandas Silmy Karim. [dny/but]

Tag : bisnis

Komentar

?>