Senin, 24 September 2018

Pabrik Kereta Api di Banyuwangi Khusus untuk Ekspor

Senin, 07 Mei 2018 18:03:00 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Pabrik Kereta Api di Banyuwangi Khusus untuk Ekspor

Banyuwangi (beritajatim.com) - PT INKA pastikan akan segera melakukan ground breaking pada Agustus mendatang. Pembangunan pabrik membutuhkan waktu sekitar setahun, sehingga diharapkan pabrik bisa beroperasi pada akhir Agustus 2019. 

Pabrik Banyuwangi ini akan difokuskan untuk pembuatan kereta pesanan ekspor, seiring besarnya pesanan dari sejumlah negara di Asia. “Kami memilih Banyuwangi karena akan sangat efisen. Aksesibilitasnya bagus, jaringan laut ada,” jelas Direktur Keuangan dan SDM PT INKA, Mohamad Nur Sodiq, Senin (7/5/2018).

Tahun ini, kata Sodiq,  PT. INKA tengah memproses pesanan dari beberapa negara di Asia. 

Salah satunya Bangladesh yang memesan 250 gerbong kereta dan Filipina yang memesan Kereta Rel Diesel (KRD) senilai Rp 127,3 miliar. Selain itu juga ada pesanan kereta dari Srilanka senilai Rp 400 miliar. “Yang sedang proses negosiasi dengan Thailand. Dengan banyaknya pesanan luar negeri dan pemenuhan kebutuhan kereta di dalam negeri, kami memang harus segera bikin pabrik baru di Banyuwangi ini,”ujarnya.

“Pabrik kami di Madiun berkapasitas produksi 2 gerbong kereta per hari. Ditambah pabrik Banyuwangi, kami targetkan bisa 4 kereta per hari untuk memenuhi pesanan ekspor,” ujarnya.

Sodiq memproyeksikan industri INKA di Banyuwangi bisa menyerap hingga 1.000 tenaga kerja. Dia berharap kebutuhan tenaga kerja tersebut bisa dipenuhi dari sekolah vokasi yang ada di Banyuwangi.

“Kami kerjasama dengan sekolah di Banyuwangi untuk menyiapkan tenaga terlatih. Sehingga saat pabrik berdiri, SDM-nya siap. Saat ini sudah berjalan di beberapa SMK dan segera menyusul sekolah vokasi lainnya,”kata Sodiq.

Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas siap mendukung pembangunan pabrik kereta api di Banyuwangi. Pabrik ini adalah bagian dari menggerakkan sektor ekonomi domestik strategis. “Sesuai Nawacita Presiden Joko Widodo. Dan yang terpenting juga menyerap tenaga kerja, menggerakkan ekonomi lokal,” terang Anas.

Anas mendorong PT. INKA untuk membangun pabrik berkonsep green industry dan mengusung konsep arsitektur lokal. “Bisa menanam banyak pohon di lingkungan pabrik, pengelolaan produksi yang bagus, serta mengusung arsitektur lokal sehingga ikut merawat kearifan lokal masyarakat,” kata Bupati Anas.

Selain itu, Anas ingin agar pabrik INKA ini bisa mendukung pariwisata Banyuwangi. Misalnya ada wisata teknologi tentang perkeretaapian. “Kami berharap, pembangunan pabrik ini juga memiliki multiplier effect ke dunia pariwisata Banyuwangi. Sehingga wisatawan yang datang ke Banyuwangi akan selalu mendapat atraksi baru dari Banyuwangi,” pungkas Anas. (rin/ted)

Tag : kereta api

Komentar

?>