Minggu, 19 Agustus 2018

Jelang Ramadan, Elpiji Melon Langka di Daerah Ini

Jum'at, 27 April 2018 09:03:57 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Jelang Ramadan, Elpiji Melon Langka di Daerah Ini

Trenggalek (beritajatim.com) - Tiga minggu menjelang bulan suci ramadhan, masyarakat di seputaran Pantai Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur sulit mendapatkan gas elpiji ukuran 3 kilogram (kg). Gas elpiji tabung melon mengalami kelangkaan sejak dua minggu terakhir.

Musrinah, salah seorang warga Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo mengaku, kesulitan mencari elpiji melon untuk kebutuhan sehari-hari. Beberapa kios pengecer yang ia datangi, tidak memiliki stok elpiji.

"Akhir-akhir ini susah mendapatkan elpiji. Banyak kios kehabisan stok dan belum dikirimi," keluhnya, Jumat (27/4/2017). Kesulitan memperoleh elpiji melon ini dirasakan oleh hampir seluruh warga di Desa Tasikmadu, bahkan desa-desa lain di wilayah Kecamatan Watulimo.

Warga berusaha mencari elpiji melon dengan mendatangi setiap kios yang masih menjual. Ada kios-kios tertentu yang memiliki stok, tetapi jumlahnya sangat terbatas. Salah satunya kios milik Mbok Kem, di Dusun Kebon, Desa Tasikmadu.

Tetapi di kios ini, elpiji melon dijual dengan harga yang cukup tinggi yaitu, Rp 20 ribu per tabung. Penjual beralasan, pasokan dari pangkalan minim, sementara konsumen yang datang sangat tinggi.

"Itu tadi cuma dapat delapan tabung. Carinya sangat sulit. Kalau mau silahkan harganya Rp 20 ribu," kata Mbok Kem saat didatangi pembeli yang ingin menukar tabung kosongnya dengan tabung isi.

Diakuinya, pasokan elpiji dari pangkalan tersendat. Selain itu, jumlahnya juga berkurang. Bagi kios-kios pengecer, mengaku, tidak memanfaatkan momentum ini untuk menaikkan harga, tetapi mengikuti kios lain dalam melepas elpiji melon kepada masyarakat. Mereka juga mengakui, mendapatkan dengan harga yang tinggi pula.

Pangkalan Elpiji Muyani di Desa Tasikmadu kini dalam keadaan kosong stok elpiji melon.
Pemilik pangkalan mengakui, ada kebijakan pengurangan pasokan dari depo belakanganini. Hal tersebut menjadi penyebab kelangkaan elpiji melon di tingkat masyarakat.

Seperti di Pangkalan Muyani ini, dari jatah sebanyak 1.800 tabung, kini dikurangi hingga 300 tabung. Sehingga pasokan yang diterima hanya 1.500 tabung. Jumlah ini tidak mencukupi kebutuhan masyarakat, karena pangkalan lain mengalami hal yang sama.

"Memang ada pengurangan pasokan. Itu merata di setiap pangkalan. Seperi saya dan pangkalan lain. Bisa dilihat saat ini kosong tidak ada stok sama sekali. Masyarakat banyak yang membutuhkan," beber Muyani ditemui di pangkalannya.

Kelangkaan elpiji melon yang mengakibatkan kenaikan harga hingga Rp 20 ribu ini cukup memberatkan masyarakat. Mengingat, Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji subsidi pemerintah ini berkisar antara Rp 16-17 ribu per tabung.

Masyarakat di seputaran Pantai Prigi mendengar kabar apabila kelangkaan elpiji melon ini disebabkan oleh rencana konversi elpiji melon ke tabung warna pink. Mereka berharap kebijakan tersebut tidak berdampak buruk terhadap mereka. Masyarakat juga meminta pemerintah kembali memperlancar pasokan elpiji melon sehingga harganya kembali normal. [nng/suf]

Tag : elpiji

Komentar

?>