Minggu, 19 Agustus 2018

Pasar Lelang Diharap Untungkan Petani

Selasa, 24 April 2018 15:28:47 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Pasar Lelang Diharap Untungkan Petani

Bojonegoro (bdritajatim.com) - PLT Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Agus Hariyana mengatakan, murahnya harga barang berupa hasil pertanian dari tangan petani ditengarai karena panjangnya rantai distribusi hingga sampai pada konsumen.

Sehingga untuk memutus rantai panjang distribusi itu Disdag melakukan pengembangan pasar komodity pertanian dan industri makanan olahan. Pengembangan pasar digelar dengan cara lelang. Dengan tujuan untuk menjual komoditas hasil pertanian.

Dalam pertemuan itu, beberapa hasil pertanian yang dilelang seperti, polowijo, padi, dan rempah-rempah serta aneka kekayaan alam berupa umbi-umbian yang sudah diolah menjadi camilan. "Lelang ini untuk memangkas rantai distribusi yang panjang, sehingga berdampak pada perbedaan harga pada petani," ujarnya, Selasa (24/4/2018).

Agus menegaskan, pasar lelang yang dilakukan di Hotel Griya Dharma Kusuma ini untuk mempertemukan langsung antara petani dengan pembeli. Diharapkan dengan sistem lelang ini petani bisa menikmati hasil panen dengan harga yang setara dengan kerja kerasnya.

"Pertemuan ini, untuk menciptakan perdagangan yang lebih baik melalui mekanisme penataan harga, meningkatkan efisiensi dan efektifitas sistem perdagangan, dan menciptakan efisiensi dan efektifitas sistem perdagangan antara petani dengan pengepul dan bayer," kata Agus Hariyana.

Hasil panen di Bojonegoro yang dilirik antara lain beras kualitas standart, jagung, bawang merah, singkong, gaplek, kedelai, ketan hitam, kacang hijau, rempah seperti kunyit dan jahe, dan olahan camilan dari ubi dan pisang. Selain itu, produk peternakan seperti  telur dan daging, sapi atau kambing hidup.

"Transaksi penjualan produk pertanian tahun 2017 mencapai Rp 68 miliar, dari beberapa hasil penjualan beberapa komoditas seperti jahe gajah, jahe merah, kacang hijau, kedelai, jagung, gaplek, kacang tanah kulit dan beras," terangnya.

Sekadar diketahui, dalam acara pertemuan itu, selain petani juga dihadiri 60 peserta dari kabupaten sekitar, di antaranya Kabupaten Tuban, Lamongan, Gresik, Blora, Surabaya dan para tamu undangan lainnya. Agus juga mengaku, beberapa minggu lalu mengikuti pasar lelang di pasar Puspa Agro Surabaya.

Ia datang ke pasar lelang di Surabaya itu dengan membawa beras yang sudah dibungkus lima kilogram, serta produk-produk unggulan lokal lainya. "Di Surabaya kemarin transaksi penejualan produk-produk itu mencapai Rp 13 miliar," pungkasnya. [lus/but]

Tag : pertanian

Komentar

?>