Sabtu, 22 September 2018

Pabrik Amurea II PG mulai Commissioning

Kamis, 12 April 2018 13:45:22 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Pabrik Amurea II PG mulai Commissioning

Gresik (beritajatim.com)--Jajaran direksi PT Petrokimia Gresik (PG) mengumumkan bahwa pabrik Amoniak-Urea (Amurea II) yang memproduksi amoniak dan pupuk urea sudah mulai commissioning.

Step fase commissioning dimulai pertengahan bulan Maret 2018. Jika tidak ada kendala, pabrik senilai Rp 5,5 triliun diperkirakan berproduksi antara tanggal 21 atau 23 April tahun ini.

Dirut PT Petrokimia Gresik Nugroho Christijanto mengatakan, proses commissioning pabrik Amurea II sudah dimulai.

Bahkan, untuk mendorong proses produksi disuplai gas dari beberapa KKKS. Di antaranya Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), PHE WMO, Kangean Energy (KEI) Ltd, dan Lapindo Brantas Inc.

"Total kebutuhan gas yang dibutuhkan kalau full beroperasi 85 mmscfd. Saat ini, baru disuplai 65 mmscfd," katanya usai menghadiri Konvensi Inovasi Petrokimia Gresik XXXII di SOR Tridharma, Kamis (12/04/2018).

Dia melanjutkan, sesuai dengan schedule-nya pabrik Amurea II full beroperasi penuh dan sudah clear mencapai peak produksinya di bulan Juli 2018. Di bulan tersebut, pabrik Amurea II sudah memproduksi amoniak dan pupuk urea sekaligus memenuhi kebutuhan di Jawa Timur.

"Keberadaan pabrik Amurea II nantinya juga untuk memenuhi kebutuhan pupuk urea yang selama ini masih bergantung dari PT Pupuk Kaltim," ujarnya.

Dikatakan Nugroho, sebelum ada proyek pabrik Amurea II. Kebutuhan pupuk urea 1,2 juta ton sebagian besar didatangkan dari Pupuk Kaltim. Dari jumlah itu, PG hanya sanggup memasok 570 ribu ton pupuk urea. Itu pun, hanya untuk memasok 10 kabupaten/kota di Jawa Timur.

"Nantinya dengan beroperasinya pabrik Amurea II, PG paling tidak bisa menekan cost transpotasi," ungkapnya.

Saat disinggung tantangan terbesar PG di era sekarang. Dijelaskan Nugroho, tantangan terbesarnya adalah bagaimana PG mempersiapkan diri masuk di era nonsubsidi. Jadi jelas untuk menghadapai tantangan itu bagaimana kita meningkatkan kompetitif, dan juga bagaimana menekan cost agar efisien.

"Hal itulah yang melatarbelakangi inovasi, karena sebagian besar inovasi yang dipaparkan bicara pada cost efisiensi serta bagaimana mengefektifkan proses yang ujung-ujungnya meningkatkan kompetitif," tuturnya.

Berdasarkan catatan manajemen PG, adanya inovasi itu mampu menghasilkan nilai realisasi penghematan yang berdasarkan verifikasi internal perusahaan tercatat mencapai Rp 66 miliar. Nilai efisien itu, merupakan hasil kegiatan dari 1.087 gugus inovasi PG selama 2017 hingga 2018. [dny/air]

Komentar

?>