Selasa, 20 Nopember 2018

Bank Indonesia Sosialisasi GPN di Banyuwangi

Selasa, 27 Maret 2018 22:51:08 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Bank Indonesia Sosialisasi GPN di Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) - Bank Indonesia (BI) fokus melakukan sosialisasi gerbang pembayaran nasional (GPN). Kali ini, Kabupaten Banyuwangi mendapat giliran mengenai sosialisasi tersebut.

Irwan Daud dari Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional yang ditunjuk oleh BI memaparkan tujuan sosialisasi. Dia menyatakan, peluncuran GPN itu sebagai wujud interkoneksi dan dioperasikannya sistem pembayaran nasional.

"GPN ini memberi manfaat bahwa setiap traksaski yang dilakukan oleh nasabah mudah dilakukan di mana saja. Tidak perlu mencari device ATM atau edisi bank yang dia miliki. ATM yang ada bisa memproses bisa segala macam kartu yang diterbitkan oleh nasabah," jelas Irwan Daud, Selasa (27/3/2018).

Selain itu, kata Irwan, transaksi menggunakan GPN mampu meningkatkan perlindungan konsumen antara lain melalui pengamanan data transaksi nasabah dalam setiap transaksi. GPN juga memberikan dukungan penuh bagi program-program pemerintah.

"Termasuk penyaluran bantuan sosial non tunai, seperti di jalan tol dan transportasi publik," ungkapnya.

Transaksi debit menggunakan GPN, lanjut Irwan, dapat dikenai merchant discount rate (MDR) atau angka yang dibebankan kepada merchant. Angkanya dikisaran 0,15 persen sampai 1 persen.

"Untuk transaksi on us dikenakan 0,15 persen, sementara untuk off us dikenakan 1 persen. Sebelum GPN biaya yang dikenakan sekitar 1,6 persen sampai 2,6 persen," imbuhnya.

Tahapan saat ini, kartu GPN masih dalam proses. Sejumlah bank juga telah memperoleh ijin untuk pencetakan kartu.

"Saya yakin dan optimis target akhir Maret ini, mereka sudah mendapat kartu dan segera diedarkan. Tapi tentunya belum menyeluruh, kita masih terus lakukan sosialisasi. Maksimal 2022 semua dapat terealisasi seluruhnya," katanya.

Dalam sosialisasi tersebut, sejumlah stakeholder terlihat hadir. Di antaranya, beberapa pimpinan bank negara dan swasta di Banyuwangi, mahasiswa, dan para pelaku usaha di Bumi Blambangan. [rin/suf]

Komentar

?>