Jum'at, 14 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Prospek Petani Jambu Kristal dan Getas Merah di Malang

Minggu, 18 Maret 2018 14:20:02 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Prospek Petani Jambu Kristal dan Getas Merah di Malang

Malang (beritajatim.com) - Buah Jambu namanya. Buah yang cukup populer bagi masyarakat di Indonesia ini, punya prospek yang cukup besar sebenarnya. Namun, ditengah merosotnya produksi tanaman buah akibat cuaca yang tak menentu, petani buah di Kabupaten Malang, berharap masyarakat yang punya lahan pertanian, untuk tidak patah semangat menanam tanaman buah.

Adalah Syaiful Asyari. Petani buah di Dusun Paras, Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, bisa jadi contoh para petani ditempat lain. Berkecimpung di dunia pertanian buah-buahan, pembibitan dan pemupukan, Syaiful tahu betul arah kembang sektor pertanian buah-buahan.

Meski tak punya basic Ilmu Pertanian, berbekal pernah menimba ilmu di bidang Manajemen Ekonomi, Syaiful menyulap lahan sempit di rumahnya menjadi lahan income yang sangat besar sejak 15 tahun silam dari bibit buah berbagai jenis.

"Saya dulu hanya punya lahan kecil disamping rumah. Sekitar 20 x 30 meter. Saya tanami tebu dan singkong, cuma dapat income Rp 750 ribu pertahun," terang Syaiful, Minggu (18/3/2018) pada beritajatim.com di kebun Jambu Biji miliknya seluas 2000 meter.

Syaiful kemudian merombak sistem tanaman. Ia gunakan lahan kecil dengan menanam Kelengkeng Mutiara. Hasilnya, income yang di dapat naik 5 kali lipat dari budidaya dan pembibitan kelengkeng sebesar Rp 8 juta per tahun.

Syaiful kini melirik Jambu Getas Merah dan Kristal Tanpa Biji. Meski baru 2 tahun berproduksi, Syaiful sudah memiliki 150 tanaman jambu. Dalam setiap 4 hari, ia mampu memetik 1 kwintal jambu Biji Getas Merah per pohon. Sekali panen dalam 4 hari sekali, Syaiful berhasil menjual 5 ton jambu Biji Getas Merah dengan harga Rp 3.000 per kilo.

"Teman-teman petani sudah saya suruh nandur jambu biji. Dari pada tanaman sayur biaya produksi padat. Proses pemetikan juga langsung oleh pembeli," papar Syaiful yang juga menjadi Ketua Kelompok Tani Kecamatan Poncokusumo ini.

Syaiful membeberkan, jambu biji Getas Merah dan Kristal Tanpa Biji, berbeda tekstur dan rasa. Jambu kristal cenderung lebih manis dan enak dimakan langsung. Sementara Getas Merah, lebih cocok dibuat minuman seperti Jus dan sari buah.

Jika Getas merah mampu menghasilkan 1 kwintal per pohon, khusus Kristal hanya 25 kilogram saja. Hanya harga jualnya berbeda. "Keduanya jenis jambu biji itu proses perawatannya sama. Hanya rasa dan harga jualnya berbeda," ujarnya.

Ia menambahkan, khusus di Desa Karangnongko, terdapat 10 hektar jambu biji. Syaiful lah yang memberikan bibit dan cara merawat pada semua petani jambu biji Getas Merah dan Kristal Tanpa biji. "Rasa jambu kristal tanpa biji lebih manis, harga dari petani biasanya Rp 10 ribu perkilo. Soal hama tanaman, kalau hujan rata-rata bunga rontok, dan itu wajar. Kita sudah jual 4 ton selama satu tahun," bebernya.

Proses perawatan jambu biji, hanya menyediakan pupuk kandang dengan volume 10 kilo per pohon selama satu tahun. Sementara pupuk kimia seperti NPK per pohon, cukup satu kilo. "Empat hari sekali kami panen. Khusus tanaman jambu biji ini, bisa bertahan sampai 25 tahun. Tinggal proses perawatannya saja," Syaiful mengakhiri. (yog/kun)

Tag : jambu buah

Berita Terkait

    Komentar

    ?>