Minggu, 24 Juni 2018

Menperin: Kebutuhan Garam Industri akan Terpenuhi

Jum'at, 09 Maret 2018 23:17:00 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Menperin: Kebutuhan Garam Industri akan Terpenuhi

Gresik (beritajatim.com)- Kementrian Perindustrian mengaku kebutuhan garam di sektor industri akan terpenuhi dengan beroperasinya pabrik pengolahan garam PT Unichem Candi Indonesia. Pabrik tersebut beroperasi di kawasan Java Integrated Industrial Port and Estate (JIIPE).

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, kebutuhan garam untuk industri mencapai 3,7 juta ton di 2018. Jumlah itu akan tercukupi dengan beroperasinya pabrik pengolahan garam di kawasan JIIPE Gresik, Jawa Timur.

"Industri pengolahan garam seperti PT Unichem Candi Indonesia produksinya 50 persen dari dalam negeri, dan 50 persen dari impor. Industri garam tersebut yang terbesar karena menghasilkan NaCl 99 persen yang lengkap. Bisa digunakan untuk industri farmasi," ujarnya usai peresmian pabrik pengolahan garam industri di kawasan JIIPE, Gresik, Jumat (9/3/2018).

Masih menurut Airlangga, keberadaan industri pengolahan garam itu hasilnya bisa digunakan bervariasi. Mulai dari industri kaca, PVC dan kertas. Tentunya, juga makanan dan minuman termasuk pengeboran minyak.

"Jadi pengolahan industri garam di JIIPE Gresik ini merupakan dari value added, atau nilai tambah," paparnya.

Saat ditanya terkait perizinan dan investasi di industri garam di Indonesia, Airlangga menjelaskan, yang paling penting bagi industria adalah memperoleh bahan bakunya. Selain perizinan, operation issued juga penting.

"Garam merupakan bahan baku, atau bahan penolong untuk berbagai industri. Saat ini, sebagian besar garam masih dipenuhi oleh impor senilai USD 100 juta. Namun, impor garam tersebut memberikan dampak cukup besar pada ekonomi melalui ekspor produk makanan. obat-obatan,kertas serta PVC," pungkasnya. [dny/suf]

Tag : garam

Komentar

?>