Kamis, 20 September 2018

Presiden Jokowi: Dana PKH di Gresik Bukan untuk Membeli Rokok Suami

Kamis, 08 Maret 2018 14:27:03 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Presiden Jokowi: Dana PKH di Gresik Bukan untuk Membeli Rokok  Suami

Gresik (beritajatim.com) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menemui ribuan warga Gresik, Jawa Timur di GOR Tri Dharma PT Petrokimia Gresik saat penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP), bantuan dana Program Keluarga Harapan (PKH), Bansos Pangan Rastra. 

Saat turun dari mobil kepresidenan, orang nomor satu di Indonesia itu langsung menemui warga yang telah menantinya. 

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Jokowi didamping Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajir Effendi, Gubernur Jatim Soekarwo, serta Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto. 

Dalam sambutannya, Jokowi mengingatkan masyarakat yang telah menerima dana bantuan PKH dari Kemensos agar memanfaatkan dana tersebut untuk keperluan pendidikan, dan kebutuhan gizi. "Jangan sampai dana PKH dipakai untuk membeli rokok suami. Hal itu menyalahi aturan sebab dana tersebut dipakai untuk kebutuhan gizi, dan ibu hamil. Gizi sangat penting untuk menyiapkan anak-anak yang sehat, dan pandai," ujarnya. 

Mantan Gubernur DKI itu juga mengatakan, dengan adanya dana PKH diharapkan tidak ada masyarakat yang mengalami gizi buruk. Pasalnya, program tersebut dimunculkan supaya tidak ada gizi buruk. 

"Tujuannya itu, tahun ini ada 6 juta keluarga penerika manfaat yang menerima dana PKH. Tahun depan pemerintah meningkatkan lagi menjadi 10 juta keluarga penerima manfaat. Untuk itu, saya titip pesan keluarga yang menerima dana PKH agar memanfaatkannya dengan baik terutama buat pendidikan anak," tuturnya. 

Di sela-sela penyerahan bantuan itu, Jokowi juga membagikan KIP ke sejumlah siswa SD, SMP, dan SMK maupun SMK. Terkait dengan KIP itu, pemerintah telah menyediakan dana Rp 450 ribu setiap bulan untuk siswa SD, Rp 750 ribu setiap bulan, dan Rp 1 juta untuk siswa SMA/SMK. 

"Sama halnya dengan dana PKH, warga yang menerima KIP dipakai untuk membeli seragam sekolah, buku, dan tas sekolah. Tapi, jika untuk beli pulsa tidak boleh. Sebab, kalau tahu bisa dicabut," ungkapnya. 

Sebelum mengakhiri sambutan, Presiden Jokowi juga memberikan sepeda kepada para, warga, siswa SD, dan guru yang menerima sertifikasi. [dny/ted]

Tag : jokowi

Komentar

?>