Kamis, 21 Juni 2018

Menkeu Sri Mulyani: Tirulah Banyuwangi

Jum'at, 02 Maret 2018 20:06:16 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Menkeu Sri Mulyani: Tirulah Banyuwangi
Menko Maritim Luhut BP dan Menkeu Sri Mulyani di Banyuwangi. [Foto: Rindi/bj.com]

Banyuwangi (beritajatim.com)--Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) menjelajahi tata kelola Banyuwangi yang dipaparkan gamblang di Lounge pelayanan publik milik pemerintah daerah.

Ia melihat langsung e-monitoring system untuk pemantauan berbagai proyek pembangunan secara online.

Dalam sistem tersebut, proyek dipaparkan perkembangannya lengkap dengan foto dan titik koordinat yang tinggal diklik, sehingga mustahil ada proyek ganda atau fiktif.

"Tadi saya lihat display yang dipampangkan, bisa diakses publik. Bagaimana progress pembangunan terpampang secara transparan. Juga bisa terlihat bagaimana kemajuan suatu proyek, ada fotonya, ada titik koordinatnya. Itu adalah bentuk akuntabilitas yang dibutuhkan," kata Menkeu Sri Mulyani saat berada di Banyuwangi, Jum'at (2/3/2018).

Menkeu mengapresiasi kinerja pengelolaan pemerintahan Banyuwangi yang tak hanya bertumpu pada administrasi yang baik sesuai hukum keuangan negara, tapi program-programnya juga berdampak ke peningkatan ekonomi masyarakat.

Selain itu, Menkeu mendorong Banyuwangi untuk terus berinovasi menurunkan angka kemiskinan yang saat ini telah turun drastis hingga satu digit di angka 8,6 persen dari sebelumnya selalu dua digit.

"Saya melihat Banyuwangi jeli memetakan wilayahnya yang masuk zona kemiskinan tinggi. Lalu dia fokuskan ke daerah itu dan dikeroyok sampai kemiskinan turun. Ada detail bagaimana membantu masyarakat tidak mampu. Ini menggambarkan bahwa peranan daerah daerah itu sangat penting untuk perubahan yang nyata," ujarnya.

Dia merujuk ke sejumlah program pengentasan kemiskinan di Banyuwangi, seperti tabungan pelajar, distribusi makanan lansia, dan kreasi ekonomi di kantong kemiskinan.

"Mestinya kabupaten atau kota juga bisa mencontoh apa yang dilakukan Banyuwangi, termasuk kinerja kementerian atau pemerintahan lain kalau dijalankan akan lebih baik," ujarnya.

SMI sendiri datang ke Banyuwangi untuk meninjau persiapan penyambutan delegasi IMF-Bank Dunia dari berbagai negara yang bakal mendarat di kabupaten tersebut pada Oktober 2018 mendatang.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berterima kasih atas berbagai panduan yang diberikan pemerintah pusat.

“Sebenarnya simpel saja, ikuti arah kebijakan pusat. Misal, Presiden Jokowi awal-awal dulu bilang, ubahlah paradigma keuangan negara. Dari money follows function ke money follows program. Fokus kita apa, itu dana digelontorkan. Bukan dibikin rata semua dinas hanya untuk rutinitas,” ujar Anas.

Dari sana kemudian Banyuwangi membuat prioritas-prioritas, seperti pariwisata untuk peningkatan ekonomi.

“Dan itu kemudian kita bersyukur, ternyata dampaknya terasa. Pendapatan per kapita naik 100 persen jadi Rp 41,46 juta per orang per tahun pada 2016 lalu. Dengan kemiskinan yang berhasil kita tekan di level 8 persen,” tegas Anas. [rin/air]

Komentar

?>