Jum'at, 21 September 2018

Penerbangan Sumenep-Pulau Pagerungan Terganjal Status Bandara

Jum'at, 02 Maret 2018 02:08:00 WIB
Reporter : Temmy P.
Penerbangan Sumenep-Pulau Pagerungan Terganjal Status Bandara

Sumenep (beritajatim.com) - Penerbangan perintis dengan rute Sumenep - Pagerungan, masih menunggu perubahan status Bandara Pagerungan dari khusus menjadi umum.

"Kami tinggal menunggu perubahan status Bandara Pagerungan menjadi bandara umum. Selama ini kan Bandara Pagerungan hanya untuk penerbangan khusus Kangean Energy Indonesia," kata Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep, Indra Triyantono, Kamis (1/3/2018).

Bandara Pagerungan di Pulau Pagerungan, Kecamatan Sapeken, Sumenep merupakan bandara yang dikelola salah satu kontraktor kontrak kerja sama (K3S) migas, yakni Kangean Energy Indonesia (KEI). Bandara tersebut digunakan hanya untuk kepentingan dan kelancaran operasional perusahaannya.

"SKK Migas dan KEI sudah menyetujui permohonan pemerintah daerah untuk menjadikan Bandara Pagerungan sebagai bandara umum. Tapi perubahan status bandara itu menunggu penetapan pihak terkait di Kementerian Perhubungan. Saat ini masih dalam proses," terang Indra.

Bandara Trunojoyo Sumenep sejak 2015 menjadi bagian dari jalur penerbangan pesawat perintis atau jalur bersubsidi yang merupakan program Kemenhub. Salah satu rute penerbangan perintis tersebut Sumenep - Surabaya dan sebaliknya.

"Karena sejak September 2017 di Bandara Trunojoyo sudah ada penerbangan perintis dengan rute Sumenep - Surabaya dan sebaliknya, maka rute penerbangan perintis yang sama dengan penerbangan komersil harus dirubah. Pilihannya jatuh pada Sumenep - Kangean sesuai usulan Pemkab," paparnya.

Ia menerangkan, secara teknis, Bandara Pagerungan sudah layak untuk penerbangan pesawat perintis berkapasitas 20 penumpang. Rute penerbangan perintis Sumenep-Pagerungan dan sebaliknya, telah disetujui Kemenhub dan menjadi bagian dari program rute pesawat perintis 2018.

"Tapi untuk sementara penerbangan perintis di rute Sumenep-Pagerungan dan sebaliknya itu memang belum bisa direalisasikan, karena masih menunggu sertifikat perubahan status Bandara Pagerungan dari Bandara khusus menjadi bandara umum. Kalau secara teknis di bandara tidak ada masalah," ucapnya. [tem/suf]

Tag : penerbangan

Komentar

?>