Senin, 18 Juni 2018

Okupansi Hotel di Bojonegoro Lesu

Kamis, 01 Maret 2018 15:16:03 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
 Okupansi Hotel di Bojonegoro Lesu

Bojonegoro (beritajatim.com) - Potensi sumber daya alam berupa minyak dan gas bumi (migas) yang dimiliki Kabupaten Bojonegoro secara langsung memberi dampak perkembangan bagi sejumlah sektor industri ikutan di Kabupaten Bojonegoro. 

Baik dari jasa transportasi, katering, laundry, maupun sektor industri perhotelan. Perkembangan industri saat itu meningkat ketika proses pengerjaan proyek EPC di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu sekitar tahun 2012. 

Salah satu industri ikutan yang terdampak baik adalah tingkat hunian hotel yang mengalami peningkatan. Karena banyaknya pekerja baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. 

Bahkan, kapasitas hotel yang ada di Kabupaten Bojonegoro tidak mencukupi untuk menampung para pekerja, sehingga banyak yang menggunakan jasa rumah kontrakan, tempat kos, maupun bertempat tinggal di kabupaten lain.

"Mulai Bulan Maret 2017, karena proyek sudah selesai sehingga terjadi perubahan kondisi para pelaku usaha khususnya perhotelan merosot drastis sampai sekarang," ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Muh Subeki, Kamis (1/3/2018).

Prosentasi penurunan tingkat hunian atau okupansi terhadap hotel kelas melati dengan hotel bintang, kata dia, penurunannya berbeda. 

Penurunannya, untuk hotel kelas melati, antara 5 hingga 10 persen, sedangkan hotel kelas bintang bisa mencapai 30 persen. 

Sehingga diharapkan dengan adanya proyek Jambaran Tiung Biru (J-TB) ini mampu mengangkat kembali tingkat hunian di Bojonegoro."Namun, tahapan sampai kapan bisa memenuhi target kemerosotan nilai okupansi ini belum tahu. Targetnya mulai April hingga akhi tahun 2018 terus mengalami peningkatan," ujarnya.

Muh Subeki yang juga Pemilik MCM Hotel and Resto menilai, meskipun ada peningkatan okupansi kembali dalam pengerjaan proses J-TB, namun tidak seperti sebelumnya. 

Sehingga dia berharap, bisa bekerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam pengoptimalan dibidang lain. 

Sepeti misalnya, kata dia, sektor pariwisata, juga event skala nasional maupun internasional.  

 

"Termasuk jika memang tingkat hunian sepi Pemkab bisa membatasi jumlah perizinan pembangunan hotel," terangnya. 

Sementara sesuai dengan data realisasi investasi daerah non fasilitas PMA/PMDN tribulan 1 hingga 4 tahun 2017, investasi dibidang perhotelan/losmen/penginapan tidak ada. 

Saat ini Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tengah melakukan berbagai upaya untuk menarik investor agar berinvestasi di Bojonegoro. Salah satunya dengan paket kebijakan Pemkab Bojonegoro dibidang investasi yakni insentiv investasi. 

Kepala bagian humas dan protokol Pemkab Bojonegoro, Heru Sugiharto dalam rilisnya menjelaskan, beberapa hal positif untuk berinvestasi di Bojonegoro seperti adanya komitmen total pemerintah untuk mempermudah para investor dengan didukung keterbukaan penataan ruang (spasial) yang mengarahkan khusus bagi lokasi khusus industri, permukiman, daerah pertanian dll.

"Sehingga para investor tidak perlu khawatir terkait permasalahan sosial yang didukung oleh ketersediaan lahan baik dengan membeli maupun dikerjasamakan dengan pemerintah maupun dengan Perhutani," jelasnya. [lus/ted]

Tag : hotel lesu

Berita Terkait

    Komentar

    ?>