Senin, 24 September 2018

Tata Motors Tak Berani Bermain di Passenger

Sabtu, 24 Februari 2018 07:35:57 WIB
Reporter : Renni Susilawati
Tata Motors Tak Berani Bermain di Passenger

Surabaya (beritajatim.com) - Pasar mobil Tanah Air masih dikuasai produsen mobil dari Jepang. Agaknya hal ini pula yang membuat produsen mobil dari India, Tata Motors enggan untuk bermain di segmen  passenger car (mobil penumpang).

Manajemen PT Tata Motor Distribusi Indoneasia (TMDI) memastikan dalam beberapa tahun mendatang belum akan bermain di segmen mobil penumpang walaupun di negara asalnya mereka memiliki banyak varian mobil penumpang mulai mobil keluarga hingga mobil sedan mewah.

"Dalam waktu dekat ini tidak ada rencana untuk memasuki pasar passenger car. Apalagi pasar Indonesia saat ini sedang berkembang dan sedang menggenjot berbagi infrastruktur. Jadi hampir dipastikan akan lebih banyak membutuhkan mobil niaga seperti pick up dan truk," jelas Presiden Direktur PT Tata Motor Distribusi Indoneasia (TMDI) Biswadev Sengupta, Jumat (23/2/2018).

Biswadev pun mengamini langkah perusahaannya sebab saat ini menuerut survei yang dilakukan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil penumpang merosot cukup tajam sedangkan penjualan mobil niaga justru naik hingga 26 persen. Kenaikan itu pula yang membuat Tata Motors memasang target yang cukup ambisius di 2018 ini. Yakni penjualan produk mereka bisa naik hingga 50 persen.

"Memang targetnya terlihat cukup besar, tetapi kami sudah berhitung sebab ekonomi Indonesia tahun ini mulai tumbuh. Saat sebuah negara ekonominya tumbuh maka akan membutuhkan industri dan infrastruktur baru, sehingga untuk pembangunannya dibutuhkan mobil niaga," akunya.

Nah, Surabaya merupakan penghasil penjualan terbesar dari beberapa wilayah pemasaran Tata Motors di Tanah Air. Hal ini membuat Tata Motors menggandeng PT Aditi Aliansi Motor (AAM) menjual produk Tata Motors di wilayah Surabaya, Sidoarjo hingga Gresik.

Fredy menjamin, produk Tata Motors akan diminati lebih banyal, mengingat bahan bakarnya solar sehingga lebih murah dan mudah dalam perawatannya. Dan kini market share untuk Jatim sudah cukup kuat yakni sekitar 30persen lebih. [rea/suf]

Tag : otomotif

Komentar

?>